Punya Masalah: Jangan Panik

KEBETULAN sekali sampul depan Kitab Suci versi bahasa Inggris menampilkan kisah Maria dan Marta, seperti bacaan Injil hari Minggu ini.

Dalam renungan kali ini saya mau mengajak teman-teman untuk melihat sisi baik yang luar biasa dari Marta, si tuan rumah yang super sibuk ini.

Perhatikan baik-baik teks Injilnya.

Di situ dikatakan bahwa Martalah yang menerima Yesus dan para murid Yesus ketika mereka dalam perjalanan dan masuk menuju kampung.

Teman-teman tentu ingat ajaran Yesus yang berbunyi:

“Barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia muridKu, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya.”

Dalam hal ini Marta melakukan pesis apa yang diajarkan Yesus. Dia tidak salah ketika ia meyalani tamu-tamunya yang datang ke rumahnya, tindakannya sangat terpuji.

Sebetulnya apa sih yang dilakukan Marta?
Sesibuk apa sih Marta?

Bacaan pertama memberi kita petunjuk kira-kira tindakan standard apa yang harus dilakukan oleh seorang tuan rumah dalam menyambut tamu, apalagi tamu penting:

Dikisahkan Abraham menyambut 3 orang tamu penting (Allah yang sedang menampakan diri) yang datang ke tendanya.

Perhatikan tindakan Abraham:
1. Abraham berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka.
2. Ia sujud ke tanah.
3. Mengambil air untuk membasuh kaki mereka
4. Mengundang mereka beristirahat dan berteduh
5. Menyiapkan roti (makanan)
6. Menyediakan hidangan terbaik (lembu sapi).

Setelah menyambut tamu-tamunya itu, Abraham memperoleh keturunan (berkat yang luar biasa). Wow…

Nah, kawan-kawan, apa yang dilakukan Abraham sudah menjadi SOP (Standart operasional) penerimaan tamu penting di Israel.

Bisa dibayangkan kesibukan yang dilakukan Marta kurang lebih seperti yang dilakukan Abraham tadi, bahkan lebih.

Tamu Abraham hanya 3, coba hitung  berapa tamu Marta: Yesus, plus murid-murid Yesus saja sudah 12, belum orang banyak yang mengikuti Yesus.

Bisa pusing kepalanya Marta ??????.

Sampai di titik ini Marta sudah sangat luar biasa, rahmat Tuhan sudah siap menantinya.

TETAPI….

Di bagian akhir Marta “kepeleset”…
Karena terlalu sibuk melayani, Marta lupa siapakah TUAN yang sebenarnya… Dirinya atau Tuhan Yesus???

Perhatikan, Marta menuduh dan menyuruh Yesus:

TUHAN TIDAKKAH ENGKAU PEDULI bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri
2. SURUHLAH dia membantu aku!

Kawanku yang baik,
Segala bentuk pelayanan, berbuat baik kepada orang, adalah suatu hal yang baik.

Saya percaya Marta itu perempuan yang baik, tapi dia PANIK ketika menghadapi masalah. Dia tidak tenang. Itulah yang dikehendaki Yesus pada Marta:

Duduk… Tenang… Mendengarkan Sabda Tuhan ketika masalah menerpa.

Sambil mencari kehendak Tuhan: Tuhan apa yang Kau kehendaki dari masalah yang aku hadapi ini…

Selamat hari Minggu kawan.
Tuhan Yesus memberkatimu.

Doaku untukmu

avatar Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Jakarta; kini tengah belajar teologi biblis di Filipina.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.