Pulang

Ayat bacaan: Lukas 15:32
====================
“Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

come home, kembali, pulang

“There’s no place like home” adalah sebuah quote terkenal dari salah satu film terpopuler sepanjang jaman, “The Wizard of Oz”. Film dari tahun 1939 ini mengisahkan seorang anak gadis berusia 15 tahun bernama Dorothy yang tinggal di sebuah peternakan di pinggiran kota. Merasa bosan dengan kehidupannya, ia pun memimpikan tempat yang lebih indah, yang ia gambarkan sebagai “Somewhere Over The Rainbow”. Ia pun kemudian mengalami petualangan seru di dunia mimpi. Tapi walau demikian, Dorothy rindu pulang ke rumahnya. Maka kata “There’s no place like home” pun ia sebutkan di dunia mimpi yang membawanya kembali terbangun dari tidur. Film “The Wizard of Oz” memang sebuah kisah fantasi, namun bisa jadi menggambarkan apa yang banyak dialami anak-anak Tuhan. Ada banyak orang yang mulai merasa bosan dengan kehidupannya yang terkesan itu-itu saja lalu rindu untuk mendapatkan atau memulai sesuatu yang baru. Sayangnya hal ini sering dimanfaatkan iblis yang menawarkan berbagai gemerlap dunia yang sebenarnya berisi penuh jebakan. Tak terasa, tiba-tiba orang bisa menjadi begitu sesat bergelimang dosa. Masalahnya, jika Dorothy cukup menyebutkan “There’s no place like home” untuk kembali, banyak orang yang merasa sudah terlalu jauh meninggalkan Tuhan dan merasa malu atau tidak layak lagi untuk kembali pulang.

Sebenarnya tidaklah perlu untuk berpikir demikian. Setiap saat Tuhan merindukan anak-anakNya yang sudah meninggalkanNya, bahkan yang sudah jauh sekalipun, untuk kembali. Setiap saat itu pula Tuhan siap menyambut dengan penuh sukacita dengan pelukanNya untuk kembali melimpahi kita dengan berkat-berkatNya. Kisah Perumpamaan tentang anak yang hilang dalam Lukas 15:32 yang diberikan Yesus menggambarkan itu dengan jelas. Si anak bungsu meminta bagian warisannya dan segera mempergunakan itu untuk bertualang ke negeri yang jauh, meninggalkan ayahnya. Sepintas hidup terasa luar biasa indah. Ia menghabiskan semuanya untuk berfoya-foya. Dalam waktu singkat ia pun melarat, bahkan harus mulai makan ampas sisa makanan babi untuk bertahan hidup. Ia pun menyadari kesalahannya dan berpikir untuk kembali, meski harus dihukum dan tidak lagi mendapat hak sebagai anak sekalipun. Dia pun pulang. Tapi apa yang terjadi selanjutnya? Lihatlah reaksi ayahnya. “Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. (Lukas 15:20b). Ia tidak dihukum, bahkan diomeli pun tidak. Ayahnya berlari merangkul dan menciumnya. Bahkan segera memberikan jubah terbaik, cincin, sepatu dan menyembelih anak sapi tambun untuk menyambut kembalinya si anak dengan penuh sukacita. (ay 22-23). Betapa besar sukacita sang ayah karena anaknya yang hilang telah kembali. “Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. (ay 32).

Lewat dosa-dosa yang kita lakukan kitapun seharusnya mati. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8). Kedatangan Kristus ke dunia ini justru untuk mencegah kita semua masuk ke dalam kematian kekal dan memberikan kita semua jalan untuk memperoleh keselamatan. Yesus berkata “..Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Matius 9:13b), “Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.” (18:11). Keselamatan. Inilah berkat terbesar yang diberikan Tuhan buat manusia. Tuhan selalu rindu menantikan kita semua untuk kembali kepadanya. Tidak peduli apa yang telah kita lakukan, sejauh mana kita tersesat, Dia akan selalu siap menyambut kita dengan tangan terbuka. Tuhan siap melemparkan dosa kita jauh ke dalam tubir laut (Mkha 7:19), membuang dosa-dosa kita sejauh timur dari barat (Mazmur 103:12), mengampuni kesalahan kita bahkan tidak lagi mengingat-ingat dosa-dosa yang telah kita lakukan. (Yeremia 31:34).

Menyambut peringatan kelahiran Kristus tahun ini, marilah kita menyadari betul betapa besarnya kasih Tuhan kepada kita, sehingga AnakNya yang tunggal pun rela Dia anugerahkan kepada kita agar tidak satupun dari kita binasa melainkan beroleh kehidupan yang kekal. (Yohanes 3:16). Tidak peduli dosa apapun yang telah kita lakukan, Tuhan siap memberikan pengampunannya kepada kita, dan akan menyambut kita dengan penuh sukacita. Tidak perlu merasa takut, tidak perlu sungkan, karena Tuhan selalu mengasihi kita semua dan akan segera menyambut kepulangan kita kapan saja. Jangan tunda lagi, pulanglah sekarang juga dan biarkan Tuhan dan seisi Surga bersukacita menyambut anda.

It’s never too late to come home to God

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.