Public Speaking, Ketrampilan Perlu untuk Para Pewarta Iman di Keuskupan Amboina

NAMA Ibukota Provinsi Maluku adalah Ambon. Namun nama resmi wilayah provinsi gerejani di Maluku bukan Ambon, melainkan Keuskupan/Diosis Amboina.

Panasnya udara kota Ambon sungguh tak mengurangi semangat kaum muda untuk memperkaya diri dengan kemampuan public speaking. Mereka adalah para mahasiswa STPAK (Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik)Santo Yohanes Penginjil Ambon, para frater teologan Seminari Tinggi Santo Fransiskus Xaverius Ambon dan beberapa OMK dari Paroki Katedral Ambon.

Pelatihan mengasah ketrampilan bicara di depan public ini berlangsung  tanggal 29-31 Maret dan diselenggrakan atas kerjasama Komisi Komsos KWI dan Komisi Komsos Keuskupan Amboina.

Spirit yang mendukung

Hasrat pencarian yang luarbiasa dari para peserta tak terlepas dari spirit awal yang disampaikan oleh Vikjen Keuskupan Amboina yang sekaligus sebagai Ketua Sekolah STPAK, RD. Bernard A. Rahawarin. Misi Tuhan agar sebanyak mungkin orang diselamatkan. Dan kalian semua  diminta untuk melanjutkan misi yang sama,” kata Romo Bernard.

Hal ini, kata sang romo, bisa dilakukan dengan pewartaan, katekese yang didukung dengan kemampuan menyampaikan pesan yang memadai.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komsos Keuskupan Amboina Pastor Theo Amelwatin.

Ambon pelatihan foto bersama

Para peserta lokakarta public speaking di Keuskupan Amboina atas prakarsa kerjasama Komsos KWI dan Komisi Komsos Keuskupan Amboina. (Dok. Panitia)

Ambon pelatihan sidang

Suasana pelatihan ketrampilan bicara di muka umum di kalangan frater teologan Seminari Fransiskus Xaverius Ambon, OMK Katedral Ambon,para mahasiswa STPAK (Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik) Santo Yohanes Penginjil Ambon yang berlangsung akhir Maret 2014. (Dok. Panitia)

Hangatnya suasana

Dengan mengambil tempat di Aula STPAK, pelatihan yang berlangsung selama 3 hari berjalan cukup alot. Para peserta yang mayoritas berasal dari kalangan kampus membuat pelatihan ini sangat antusias mengikuti perjalanan pelatihan. Tak ayal pula, mereka riuh rendah dengan berbagai pertanyaan dan arahan diskusi.

Jumlah peserta tak kurang sebanyak  55 calon pewarta Kerajaan Allah.

Para peserta berlomba mengajukan pertanyaan untuk memperjelas dan memperkaya pengetahuan mereka.Dengan semangat yang tak pernah mengendor, mereka berpacu mendengarkan pengarahan, bertanya dan mempraktekan kemampuan mereka dalam public speaking dan juga public reading.

Ambon pelatihan pidato

Salah seorang peserta lokakarya ketrampilan bicara di depan umum sedang memeragakan kebolehannya di depan mimbar. (Dok. Panitia)

Pelatihan public speakingini difasilitas oleh  Bapak Errol Jonathans yang suka menyebut pelatihan ini sebagai  “Komunikasi dan Presentasi”.

 Pastoral di dunia cyber media  sudah menjadi lahan subur untuk menyampaikan pesan KA kepada komunitas yang sangat melekat dengan IT. Kita beryukur memiliki Pemimpin Gereja Katolik Sejagat yang melihat internet dan media sosial menjadi ruang baru untuk pewartaan.

Bahkan Sri Paus Fransiskus dalam pesan Hari Komunikasi ke-48, mendorong agar komunikasi antara sarana menggerakkan orang untuk masuk dalam perjumpaan yang sejati, membangun solidaritas membantu sesama yang mengalami musibah alam maupun keterbatasan manusiawi.

Menggali potensi diri

Seluruh waktu di hari ketiga dimanfaatkan untuk latihan public reading dan public speaking. Peserta ditantang menjadi pembicara dihadapan publik dengan tema tertentu, serta dilatih menjadi pembaca Sabda Tuhan dengan modal suara yang memadai. Untuk mendukung kemampuan ini, sehari sebelumnya dijelaskan teknik pernapasan dan olah vocal serta 15 jurus senam vocal.

Pelatihan yang memeras tenaga, pikiran ini sangat membantu peserta untuk menyadari potensi diri mereka sebagai pribadi yang sangat professional dalam hal presentasi dan komunikasi. Bahkan bukan hanya mahir dalam praktik, sebagian besar dari mereka sangat tekun dan mengerti seluruh penjelasan yang disampaikan. Nampak dari hasil post test dimana sebagian besar peserta mendapat nilai diatas rata-rata bahkan tercatat 5 orang mendapat nilai 10.

Bravissimi.

 

 

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.