Promosi Panggilan: Mengenal Suster SMFA Mulai dari Novisiatnya

Para novis SMFA bersama Bapak Uskup Agung Pontianak dan para imam plus suster pembina. (Dok SMFA)

SMFA adalah singkatan Kongregasi Suster-suster Misi Fransiskan Santo Antonius. SMFA adalah satu tarekat hidup bakti para suster.


Awal bisa mengenal SMFA secara intensif, terutama spiritualitas Kongregasi, terjadi di tahun-tahun pendidikan dasar sebagai calon Suster SFMA dan itu berlangsung di Novisiat SMFA.


Sejak Maret 2005, Novisiat SMFA berada di Pontianak; tepatnya di Jl. Danau Sentarum 75, Pontianak.


Sebelumnya, Novisiat SMFA berada di Sintang; tepatnya di  Jl. Jenderal Sudirman 55, Sintang, Kalbar.


Novisiat adalah Rumah Pendidikan bagi para calon suster SFMA.


Di novisiat SMFA inilah, para calon suster SMFA ini dididik dan dibina untuk mencecap citarasa spiritualitas Kongregasi dan kemudian menginternalisasinya. Juga diberikan sedikit gambaran tentang karya SMFA.


Di situ pula sebagai program lainnya, para calon suster SMFA dididik dengan berbagai pengetahuaan, keterampilan, kekayaan spiritual, mentalitas. Semuanya  untuk semakin memantapkan panggilan religius menjadi suster biarawati, sanggup menjalani hidup bersama dalam sebuah komunitas, dan masih banyak lagi.

Para calon suster SMFA belajar tentang sejarah gereja, kitab suci, sejarah dan spiritualitas Kongregasi dengan para nara sumber. (Dok. SMFA)

Berapa tahun?


Berapa lama program pendidikan calon suster SMFA?


Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh orang atau gadis remaja kepada penulis. Bisa jadi hanya sekedar ingin tahu saja, tapi itu tak mengapa. Izinkan saya memberi jawaban atas pertanyaan umum tersebut.


Kongregasi SMFA menetapkan aturan umum sebagai berikut:

Masa Aspiran: kurang lebih 6 bulan; juga bisa kurang dari 6 bulan.Masa Postulat usai menjalani Masa Aspiran: kurang lebih setahun.Masa Novisiat: dua tahun. Di sini, para calon suster SMFA akan menerima busana suster, mengadopsi nama baru sebagai identitas nama biara.Tahun pertama di Novisiat sering disebut dengan “Tahun Kanonik” di mana selama setahun penuh itu, seorang novis hanya tinggal di rumah pendidikan. Setelah Masa Kanonik selesai, seorang novis sudah mulai ‘keluar rumah’ dan terlibat aktif dalam pelayanan pastoral seperti mengajar Sekolah Minggu, melakukan turne, dan sebagainya.Setelah Masa Novisiat selesai, seorang calon suster akan mengikrarkan profesi atau mengucapkan kaul pertama.

Belajar berdoa, meditasi, refleksi menjadi menu acara harian di Masa Postulat dan Novisiat SMFA di Pontianak. (Dok. SMFA)

Belajar berdoa.

Kegiatan Postulan dan Novis


Para  Postulan dan Novis –calon Suster SMFA- belajar banyak hal. Selain berdoa dan belajar, mereka juga dilatih bekerja rumahan seperti menyulam, berkebun, menjahit, buat rosario, membersihkan rumah dan lain-lain.


Semua itu dikerjakan dalam suasana kebersamaan.


Para postulan dan novis SMFA diajak terjun ke dunia yang nyata di lahan kebun untuk dilatih mencintai alam ciptaan dan memeliharanya. Para postulan dan novis SMFA diajak menggarap lahan kebun. (Dok SMFA)

Subur dalam tiga tahun ini


Bagaimana panggilan di Kongregasi SMFA?


Tahun-tahun silam memang terjadi ‘pasang surut’.  Namun dalam tiga tahun terakhir ini,  jumlah panggilan hidup religius boleh dibilang ‘subur’.


Menurut kesan penulis, di zaman serba canggih ini, tetap saja ada para pemudi ingin membaktikan hidupnya kepada Tuhan melalui Gereja-Nya di Kongregasi SMFA.


Di tahun 2018 ini, data jumlah penghuni di Rumah Pendidikan Novisiat SMFA sebagai berikut:

7 orang pemudi tengah menjalani pendidikan Masa Postulan.7 orang pemudi tengah menjalani Pendidikan Novisiat Tahun Pertama.7 orang pemudi menjalani masa Pendidikan Novisiat Tahun Kedua.

Semua bertengger pada angka tujuh yang konon merupakan simbol kesempurnaan.


Para Suster Formatores pendamping Novis dan Postulan SMFA berjumlah tiga orang yakni: Sr. Yuli Marita SMFA, Sr. Sofia SMFA, dan Sr. Domisia SMFA.


Syarat menjadi Novis SMFA


Berikut ini beberapa pedoman umumnya:

Sehat jasmani, rohani, dan mental.Sudah menyelesaikan studi dan berhasil tamat SMA atau sederajat.Sudah dibabtis minimal dua tahun dan sudah menerima Sakramen Krisma.Memiliki kemampuan dan kemauan hidup bersama dalam komunitas.Usia minimal 17 tahun.

Inilah wajah-wajah ceria para pemudi calon Suster SMFA yang tengah menjalani masa pendidikan dasar sebagai calon Suster SMFA di Masa Aspiran, Postulat dan Novisiat di Pontianak. (Dok. SMFA)

Para suster SMFA berkarya di Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Sintang, Keuskupan Sanggau –ketiganya di Kalimantan Barat.


Namun suster dan rumah SMFA juga ada di Keuskupan Agung Semarang; tepatnya di Yogyakarta di mana ada Rumah Studi untuk para suster SMFA yang diutus tugas belajar di Kota Gudeg.


Nah, cukup lengkap bukan informasi ini?


Mari dan jangan ragu mengontak para suster SMFA di mana pun berada untuk minta informasi lebih lanjut bila ingin mengenal Kongregasi kami lebih intensif.


Sumber: Sesawi

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.