Proficiat, Mgr. Ignatius Suharyo 65 Tahun

Mgr Ignatius Suharyo

HARI ini (9/7) tepat 65 tahun lalu Uskup Agung KAJ, Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, dilahirkan di Sedayu, Bantul, Yogyakarta, dari pasangan ayah Florentinus Amir Hardjodisastra dan ibu Theodora Murni Hardjadisastra sebagai anak ketujuh dari sepuluh bersaudara.

Keluarga katolik saleh ini menghasilkan empat pekerja di ladang Allah; dua pastor dan dua suster.

Sepanjang pekan ini, Bapak Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo tengah melakukan perjalanan pastoral keliling Papua mengunjungi karya-karya pastoral yang diampu oleh para imam misionaris domestik asal KAJ yang berkarya di Papua.

Doktor kitab suci

Mgr. Suharyo menempuh pendidikan dasar di SD Kanisius, Gubuk, Sedayu sampai kelas III sebelum kemudian pindah ke SD Tarakanita, Bumijo, Yogyakarta. Pendidikan imamatnya dimulai dari Seminari Mertoyudan pada 1961 sampai 1968. Setelah selesai studi di Institut Filsafat Teologi (IFT) Kentungan yang berafilisasi dengan IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta, beliau ditugaskan Uskup Agung Semarang alm. Kardinal Justinus Darmojuwono studi Teologi Biblis hingga tingkat doktoral di Universitas Urbaniana, Roma. Program studi ini berhasil beliau selesaikan pada pada 1981.

Bagi umat yang beruntung pernah mengikuti misa yang dipimpin Mgr. Suharyo, tentu sepakat betapa piawainya doktor kitab suci ini menjelaskan kutipan Injil dengan bahasa yang membumi dan bisa dipahami awam.

Seperti misalnya ketika dalam pencerahan di Unika Atma Jaya (5/6/2014), dengan mudahnya ia memaparkan tentang arti ‘satu’ yang dimaksud dalam Injil Yohanes 17:21 “Semoga mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…”

“Satu bukan sekedar kesatuan organisasi dan administrasi; merujuk pada Injil, satu adalah kesatuan relasi personal. Satu itu seperti kesatuan Allah Tritunggal yaitu Allah yang adalah Kasih,” tutur Uskup KAJ yang bertugas resmi 28 Juni 2010 ini. (baca: Dies Natalis ke-54 Unika Atma Jaya: Mgr. Ignatius Suharyo, Nilai Universal Haruslah Tetap Tertanam)

Setumpuk tugas besar

Kemampuan intelektual, kepemimpinan yang dibarengi kematangan spiritualitas Mgr. Suharyo yang terbukti mumpuni mau tak mau membuatnya ketimpun tugas besar demi tugas besar.

Ketika masih menjadi Uskup Agung Semarang (1997–2010), beliau ditunjuk sebagai Uskup Ordinariat Militer Indonesia pada 2 Januari 2006 (sampai sekarang), lalu sebagai Uskup Koajutor KAJ pada 25 Juli 2009.

Setelah resmi menjabat Uskup Agung KAJ yang notabene tugas penggembalaan yang luar biasa besar, masih ditambah tugas sebagai Administrator Apostolik Bandung (2010-2014), dan pada 15 November 2012 dipilih menjadi Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Selain itu, dalam kapasitasnya sebagai Uskup Agung Jakarta beragam jabatan lain turut diembannya. Seperti misalnya mejadi Pelindung Yayasan Atma Jaya, yang juga didapuk menjadi Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya.

Bersahaja dan tata bahasa sempurna

Gaya hidup Mgr. Suharyo sederhana, tidak suka menyusahkan orang lain. Ketika pertemuan dengan para eksim (mantan seminaris) di Wisma Keuskupan awal Juli 2015 lalu, beliau menyambut langsung para tamunya. Melihat yang hadir melebihi tempat duduk yang tersedia, beliau langsung mengangkut kursi tambahan, beliau juga yang membawa camilan dari dapur.

Mgr. Suharyo selalu menjaga jarak yang selayaknya dengan umat. Contohnya, beliau tidak mau mempersembahkan misa di rumah pribadi yang tidak berkaitan dengan lembaga/program kemasyarakatan tertentu, kecuali misa requiem.

Satu ciri menonjol dari Mgr. Suharyo yang lain adalah tutur kata yang santun dengan tata bahasa yang luar biasa tepat dan benar. Pemilihan tiap ujarannya selalu rapi, tidak berlebihan maupun sok canggih.

“Saya sengaja menggunakan kata ‘pribadi’ daripada kata ‘orang’. Kalau sampai terjadi saya mengucapkan ‘orang’, itu artinya saya lupa alias tidak sadar. Nah, mumpung saya sekarang lagi sadar, maka saya sengaja mengucapkan ‘pribadi’ Paulus,” begitu Mgr. Suharyo memberi introduksi tentang bagaimana harus ‘berteologi’ tentang pendidikan, pada acara pencerahan di Unika Atma Jaya (26/3/2014)

Humoris

Penampilan bersahaja yang super santun dari Mgr. Suharyo seakan menyiratkan betapa tinggi tingkat keseriusan pribadinya. Jangan terkecoh, Mgr. Suharyo adalah pribadi yang humoris, terbukti dari homili-homili atau pencerahan-pencerahannya yang selalu disisipi dengan humor cerdas.

Seperti misalnya ketika beliau memplesetkan bis umum sebagai bis katolik, cerita tentang seorang anak yang menolak diantar kepada Tuhan oleh imamnya. Atau cerita lucu dari pengalaman beliau sewaktu di seminari. (baca: Mgr. Ignatius Suharyo: Nilai Kristiani Kerja (1)) dan (Mgr. Ignatius Suharyo tentang Dua Santo Paus: Apa Artinya “Kudus” (15B))

Redaksi Sesawi.Net mengucapkan ad multos annos kepada Bapa Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo. Semoga senantiasa diberkati dengan kesehatan dan kebijaksanaan dalam mengemban segala tugas.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

 

 

5 pencarian oleh pembaca:

  1. arti proficiat
  2. arti kata proficiat
  3. proficiat
  4. proficiat artinya
  5. arti prosiviat
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.