Prinsip Saling

Ayat bacaan: Kolose 3:14
================
“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

Kemarin kita sudah melihat bagaimana pentingnya kebersatuan dan keharmonisan dalam keluarga di mata Tuhan. Kisah tentang pernikahan di Kana yang dihadiri Kristus, dimana Dia melakukan mukjizat dan menyelamatkan pernikahan tersebut dari tragedi kehabisan anggur menggambarkan hal tersebut secara jelas dan menunjukkan pula bahwa Tuhan sanggup menyelamatkan pernikahan yang sudah terlanjur hancur untuk kembali manis. Benar, Tuhan sanggup melakukan itu. Tapi adakah yang bisa kita lakukan selain hanya mengharap campur tangan Tuhan saja? Apakah kita cukup hanya berdoa dan berpangku tangan?

Sesungguhnya ada begitu banyak cara yang bisa kita temukan di dalam Alkitab untuk memastikan agar hubungan keluarga tetap berlangsung hangat dan indah, penuh sukacita dan damai sejahtera.
Hari ini saya ingin membagikan 5 Prinsip Saling yang saya harap bisa membantu untuk membangun sebuah kesatuan yang harmonis dalam sebuah keluarga. Mari kita lihat satu persatu.

1. Saling mengasihi
Kasih merupakan hal yang krusial, begitu krusialnya hingga dikatakan bahwa diantara tiga hal penting yaitu “…iman, pengharapan dan kasih, yang paling besar diantaranya ialah kasih.” (1 Korintus 13:13). The Bible says, the greatest of those is love. Lalu lihatlah apa yang dikatakan Paulus dalam surat Kolose 3:13-14. “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Perhatikan bahwa kesabaran, rendah hati untuk mengampuni belumlah cukup, karena di atasnya haruslah ada kasih supaya bisa menjadi kuat. Kasih mampu menjadi tali pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan, the bond of perfectness which binds everything together, completely in ideal harmony. Jadi apabila anda mengatasi setiap permasalahan dalam hubungan keluarga dengan didasari kasih, anda bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Saling mengaku dosa dan mendoakanTumpukan rahasia antar pasangan dan ego yang menghalangi kita untuk mengakui kesalahan lalu meminta maaf seringkali menjadi pemicu retaknya sebuah keluarga. Firman Tuhan mengatakan “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16). Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa keharmonisan keluarga pun bisa terjaga apabila para anggotanya terbiasa untuk saling meminta maaf, dengan rendah hati mengakui kesalahan dan kemudian saling mendoakan. Sebuah mesbah keluarga yang rutin dijalankan setiap hari bisa menjadi tempat yang baik dipakai untuk hal ini.

3. Saling mengampuni
Ada kalanya kita sulit mengampuni. Adalah jauh lebih mudah untuk menghakimi ketimbang memaafkan, itu sudah merupakan sifat manusia pada umumnya. Kita bahkan merasa puas jika bisa menyiksa mental orang yang sudah terjatuh lebih lagi hanya demi kepuasan pribadi semata. No, that’s not the way. Apa yang dikatakan Tuhan adalah agar kita bersedia atau terbuka untuk saling mengampuni. “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Efesus 4:32). Tentu tidak seorangpun dari kita mau untuk tidak diampuni Tuhan bukan? Jika kita berani mengharapkan pengampunan dari Tuhan, mengapa kita harus berat untuk memberi pengampunan kepada orang lain, apalagi keluarga sendiri? Ingatlah bahwa sebagai manusia kita tidak sempurna dan tidak luput dari berbuat kesalahan. Once in a while people make mistake, we do too, jadi sangatlah penting bagi kita untuk bisa berbesar hati untuk saling mengampuni agar mampu menikmati hubungan keluarga yang bahagia.

4. Saling Menghargai dan Memuji
Satu hal lainnya yang seringkali bisa menghancurkan sebuah keluarga adalah kurangnya penghargaan antar anggotanya. Bayangkan ketika suami terus menerus merendahkan istrinya, melecehkan atau menyalahkan secara terang-terangan di depan anak-anak, sebaliknya istri yang terus merendahkan suaminya baik dari segi pekerjaan atau peran dalam rumah tangga. Orang tua yang begitu mudahnya mengeluarkan kata-kata negatif kepada anaknya seperti bodoh atau kepada bentuk-bentuk fisik. Tidak terbiasa memuji ketika mereka berbuat benar tapi langsung marah ketika mereka melakukan kekeliruan. Ini bisa menjadi palu yang menghancurkan tembok-tembok keluarga yang tadinya sudah kita bangun dengan kokoh. Perhatikan ayat berikut: “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” (Roma 12:10). Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan “Love one another with brotherly affection [as members of one family], giving precedence and showing honor to one another.” Pesan ini tentu berlaku luas, tetapi tentu sangat baik jika diberlakukan dalam keluarga.

5. Saling SupportJangan pernah mengharapkan keluarga yang harmonis apabila anggotanya berjalan sendiri-sendiri. Kalau sikap cuek atau tidak peduli saja sudah buruk, apalagi jika saling menjatuhkan satu sama lain. Ini tentu bukan cerminan keluarga yang baik. Firman Tuhan sudah mengingatkan kita untuk saling memperhatikan dan saling mendorong/men-support. “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” (Ibrani 10:24a). Empati, kepedulian dan kerelaan untuk membagi waktu, materi atau apapun yang ada pada kita menjadi sangat penting dalam hal ini. Sebaliknya kebiasaan untuk tidak peduli, selalu merasa diri paling tahu/paling benar dan suka memaksakan kehendak menjadi hal yang sangat tidak produktif.

Ada begitu banyak prinsip saling lainnya yang mungkin bisa diangkat untuk membangun keluarga yang harmonis, tetapi kelima prinsip yang saya kemukakan di atas bisa menjadi awal yang baik untuk dijadikan dasar. Tidaklah mudah untuk menjaga kehidupan keluarga agar tetap penuh dengan sukacita. Itu memerlukan usaha yang serius dari kita dan jangan pernah lupa untuk meletakkannya dalam tangan dan rencana Tuhan. Satu hal yang pasti, Alkitab sudah menuliskan banyak kunci penting dalam menjaga keindahan rumah tangga. Saya pun masih terus belajar menyempurnakan lagi hubungan dalam keluarga kecil saya, dan berkaca dari pengalaman saya sendiri, kelima point di atas sangatlah besar manfaatnya. Semoga bisa menginspirasi teman-teman lainnya.

Sebuah hubungan yang harmonis dalam keluarga memerlukan usaha serius dan nyata dari para anggotanya

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.