Popularitas


KEMANA pun Yesus pergi, banyak orang berbondong-bondong datang untuk berjumpa denganNya. Selain tertarik mendengar pengajaranNya, mereka juga berusaha untuk menjamahNya agar memperoleh kesembuhan. Yesus sungguh terkenal bahkan roh jahat pun mengenali Dia sebagai Anak Allah. Namun Yesus tidak pernah terbuai oleh ketenaran, Ia tetap melayani dengan sabar, tulus dan rendah hati.


Saat Tuhan memanggil dan memilih kita untuk melayani Dia dan sesama, hendaknya kita melaksanakan tugas yang dipercayakanNya dengan tulus. Jangan manfaatkan pelayanan sebagai ajang untuk mencari popularitas. Meskipun pelayanan kita dikenal di mana-mana, kita harus menyadari bahwa tangan Tuhanlah yang berkarya di balik semua keberhasilan kita. Kita hanyalah sarana yang digunakanNya untuk mewartakan kabar keselamatanNya.


St. Teresa dari Kalkuta mengatakan bahwa Tuhan tidak memanggilnya untuk sukses, melainkan untuk setia. Marilah belajar untuk menjadi hambaNya yang setia, arahkan seluruh hati dan pikiran kita hanya kepadaNya sehingga kita tetap rendah hati di saat sukses dan pantang mundur saat mengalami kegagalan.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: