Pope Francis: “The Church is not a Bureaucratic Organization, but a Love Story”

< ![endif]-->

gereja cinta

PAUS bilang: Ketika jumlah umat kristiani berkembang dan bertambah, itu adalah hal yang baik. Tetapi terus diperlukan para anggota yang saling bekerja sama untuk usaha-usaha mewartakan Injil. Gereja berkembang perlahan dan dari bawah. Jalan yang dipilih oleh Yesus bagi Gereja-Nya adalah unik: Ia memilih jalan yang sulit: Jalan Salib, jalan penganiayaan.

Itu membuat kita berfikir sejenak. Apa sih Gereja itu? Siapa kita ini? Gereja sepertinya adalah suatu realitas yang berbeda dan khas. Sepertinya, bukan para murid itu yang membuat Gereja. Mereka hanya dikirim dan diutus oleh Yesus. Kristus diutus oleh Bapa.

Gereja berawal dari sana: dari Hati Bapa, yang memiliki gagasan itu… dari Kasihnya. Demikian Kisah Cinta ini (The Love Story) bemula; suatu kisah yang telah berjalan sedemikian lama, dan belum berakhir. Kita, wanita dan pria dalam Gereja; kita semua ini ada di dalam Love Story itu: Setiap dari kita adalah cicin ikatan kasih itu. Jika kita tidak mengerti akan hal ini, kita tidak mengerti apa-apa tentang Gereja.

Jika kita memamerkan tentang jumlah umat katolik, kita menyombongkan organisasi yang diciptakannya, dan lembaga-lembaga birokasinya, maka Gereja kehilangan hakekatnya dan ada dalam bahanya menjadi NGO (Lembaga Swadaya Masyarakat). Gereja bukanlah NGO. It is a love story…. Memang organisasi dan birokrasi diperlukan, namun hanya sampai pada tahap tertentu: yaitu sebagai sarana bagi Love Story itu. Nanun, Jika birokrasi mengambil alih Gereja, maka Love Story itu akan lenyap dan Gereja berubah menjadi NGO. Dan ini bukan perkembangan yang baik!

Paus Fransikus dalam sebuah homily pada kesempatan misa harian di Kapel Domus Santae Marthae.

Sumber:  Vatican Insider

 

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.