Pohon yang Berbuah Baik

Rabu, 25 Juni 2014
Hari Biasa Pekan XII
2Raja 22:8-13; 23:1-3; Mazmur 119:33-37.40; Matius 7:15-20

“Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?” (Matius 7:16)

PERNAKAH kita melihat pohon pisang berbuah durian? Atau, pohon durian berbuah pepaya? Kita bisa memperpanjang deretan pertanyaan itu dan kita akan semakin diyakinkan bahwa setiap pohon akan menghasilkan buah yang sesuai dengan namanya.

Kalau ada buah semangka berdaun sirih, itu hanyalah sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Broery. Kalimat dalam syair lagu itu mau menggambarkan sikap antara dua pribadi yang selalu berbeda, “Aku begini, engkau begitu… Sama saja!”

Sabda Yesus pada hari ini memberikan bukan hanya optimisme, melainkan antusiasme yang penuh pengharapan. Kata antusias dapat kita cari akarnya dari bahasa Yunani “en Theos”, berada bersama Allah. Maka antusiasme adalah sikap penuh pengharapan karena kita ada bersama dengan Allah yang sejak awal mula mempunyai rencana-rencana yang baik bagi hidup kita.

Rencana Allah yang baik itu laksana pohon yang baik yang pasti akan menghasilkan buah yang baik dalam kehidupan kita. Kita pun diciptakan Allah sebagai baik adanya. Dengan demikian, sudah semestinya kita menjadi laksana pohon yang baik dan menghasilkan buah yang baik pula.

Kalau sampai kita tidak menghasilkan buah yang baik, pastilah ada yang salah. Mungkin kita kurang meramat pohon kehidupan kita dengan baik. Mungkin karena tanah lingkungan kita hidup kurang baik. Mungkin kita kurang memupuk hidup kita hal-hal yang baik. Akibatnya, pohon kehidupan kita berbuah masam, pahit, hampa.

Dalam keadaan ini, baiklah kita kembali kepada keyakinan akan sabda Tuhan pada hari ini: Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik. Allah sendirilah yang mengukir hidup kita sebagai pohon yang baik, maka, marilah kita juga berupaya untuk menghasilkan yang terbaik dalam kehidupan ini. Orang baik mendukung orang baik!

Adorasi Ekaristi Abadi adalah pohon yang baik. Pasti akan menghasilkan buah yang baik dalam kehidupan kita bersama. Adorasi Ekaristi Abadi juga bisa laksana pupuk yang baik yang akan menjadikan kita sebagai pohon yang baik. Maka, setia dan tekun dalam Adorasi Ekaristi Abadi akan menyuburkan hidup kita agar kian menghasilkan buah-buah yang baik dalam kehidupan, yakni damai-sejahtera, kerukunan, kejujuran, ketulusan, keadilan dan kerendahan hati.

Tuhan Yesus Kristus, syukur bagi-Mu sebab Engkau sadarkan kami akan jatidiri kami sebagai pohon yang baik. Semoga kami merawat dan memupuk pohon kehidupan kami dengan iman, harapan dan kasih, sehingga selalu menghasilkan buah yang baik dalam kehidupan ini, selama-lamanya. Amin.

Photo credit: Ilustrasi (Mathias Hariyadi)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.