PM Malaysia: Sistem Navigasi Malaysian Airlines MH370 Sengaja Dimatikan (2)

< ![endif]-->

TEORI tentang kemungkinan pesawat Malaysian Airlines MH370 terbang dalam kendali pilot yang tidak taat pada aturan umum penerbangan sipil makin menguat, seiring dengan keterangan pers orang nomor satu di Malaysia: Perdana Menteri Najib Razak. Menurut pemimpin negeri jiran dalam konferensi pers di Kuala Lumpur sebagaimana ditayangkan langsung oleh berbagai jaringan  televisi internasional, sistem navigasi pesawat nahas itu tampaknya memang sengaja ‘telah dimatikan’.

Pernyataan PM Najib Razak seakan membuka tabir misteri guna menjawab mengapa hanya baru sejam terbang meninggalkan KLIA di jantung kota Malaysia ini pesawat nahas itu sudah tidak bisa dilacak keberadaannya oleh air traffic control  (ATC) di Sepang. Padahal, posisi terakhir pesawat Malaysian Airlines MH370 itu juga masih berada di perairan antara Malaysia-Vietnam; singkatnya, tidak jauh-jauh amat dari pusat kendali di Kuala Lumpur.

Namun, mengapa sampai ‘hilang’ dari pelacakan ATC dan kemudian masih mampu memantulkan sinyal ‘ping’ ke satelit selama penerbangan ‘ekstra’ kurang lebih 4-5 jam setelah hilang dari pantauan ATF dan radar?

Menurut PM Malaysia Najib Razak, hilangnya pantuan itu terjadi karena ‘ulah’ seseorang di dalam kabin pesawat.

Malaysian Airlines mainan pasir

Mainan pasir menggambarkan para penumpang dan pesawat nahas Malaysian Airlines MH370 berpenumpang 323 orang rute Kuala Lumpur – Bejing. Pesawat jumbo jet Boeing 777-200 ER milik MAS ini dinyatakan hilang hari Sabtu (8/3) pagi dan hingga sepekan kemudian, posisinya juga belum bisa diketahui. (Ilustrasi/Ist)

Siapa berbuat nekad?

Mungkinkah itu sang kapten pesawat? Rasanya dugaan mengarah ke ‘ulah nakal’ sang kapten perlu dikesampingkan, karena pilot ini adalah profesi karir yang telah dia tekuni puluhan tahun dan kata media massa di Malaysia: dia sangat menyenangi profesi terbang ini dan sudah mengantongi ratusan ribu jam terbang.

Adakah sang ko-pilot?

Berbagai spekulasi bermunculan, terutama sejak diketahui sang ko-pilot ini suka membawa ‘tamu tak diundang’ masuk ke dalam kokpik pesawat. Padahal, hal seperti itu sudah baku tidak boleh dilakukan oleh awak pesawat yakni mengundang orang masuk ke dalam ‘dapur’ mesin pesawat. Nah, siapa tahu ‘tamu-tamu istimewa’ yang tidak berkepentingan ini punya jiwa usil atau malahan sengaja memutar-mutar panel tanpa sepengatahuan awak pesawat.

Penjelasan PM Malaysia yang mengatakan bahwa ‘tindakan’ mematikan transponder itu disengaja tampaknya  semakin memperkuat indikasi bahwa Malaysian Airlines MH370 yang terbang tanpa kendali ATF selama 4-5 jam itu benar-benar terjadi  atas ‘arahan’ seseorang di dalam kabin. Namun , siapa ‘tuan baru’ di dalam pesawat MH370 inilah yang belum diketahui namanya.

Itulah sebabnya, kata PM Najib Razak, mulai Sabtu ini fokus penyelidikan hilangnya pesawat MH370 itu mulai memasuki ‘babak baru’ yakni menyelidiki latar belakang para kru dan seluruh penumpangnya. Intinya jelas, adakah anasir-anasir ‘terorisme’ dari  para penumpang dan terutama para kru-nya tadi.

Jawaban atas pertanyaan itu masih sangat jauh.

Yang pasti, drama ‘menyelesaikan’ misteri di balik hilangnya pesawat Malaysian Airlines MH370  ini belum akan terkuak dalam beberapa hari ke depan.

Photo credit: Lilin duka untuk para penumpang Malaysian Airlines MH370 yang hingga kini masih misterius keberadaannya (Courtesy of Sydney Morning Herald)

Tautan:

 

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.