Pilih Capres yang Punya Integritas Moral

pemilu

PADA 9 Juli 2014, Bangsa Indonesia akan melaksanakan hajatan besar secara nasional yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (baca: Pilpres). Apa yang sudah dilakukan oleh Gereja Katolik Indonesia untuk mempersiapkan umatnya agar dapat menyambut peristiwa itu dengan penuh tanggungjawab? Satu hal yang pasti adalah bahwa para uskup yang tergabung dalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) telah menulis sebuah Surat Gembala menyambut Pilpres 2014 dengan judul: “PILIHLAHSECARA BERTANGGUNGJAWAB, BERLANDASKAN SUARA HATI”.

Pesan dalam Surat Gembala KWI tersebut mempunyai kekuatan dengan tiga tiang penyangga utama, yaitu alinea pertama, ketiga, dan ketujuh. Pada alinea pertama umat Katolik diingatkan bahwa Pilpres merupakan momentum yang penting untuk dilibati, sebab merupakan kesempatan untuk memperkokoh bangunan demokrasi demi membangun dan mengembangkan negeri tercinta ini agar menjadi damai dan sejahtera sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.

Kita perlu ingat bahwa cita-cita (tujuan) negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat adalah [1] melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; [2] memajukan kesejahteraan umum; [3] mencerdaskan kehidupan bangsa; [4] ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi.

Pada alinea ketiga Surat Gembala tertulis dorongan para Waligereja kepada umat agar memilih sosok calon yang memiliki integritas moral. Integritas moral itu diselaraskan dengan watak pemimpin yang melayani dan yang memperjuangkan nilai-nilai hidup bersama sebagai bangsa sesuai dengan Ajaran Sosial Gereja (ASG), yaitu “menghormati kehidupan dan martabat manusia, memperjuangkan kebaikan bersama, mendorong dan menghayati semangat solidaritas dan subsidiaritas serta memberi perhatian lebih kepada warga negara yang kurang beruntung.”

Dan secara khusus dalam konteks Indonesia, umat didorong memilih calon pemimpin yang gigih memelihara, mempertahankan dan mengamalkan Pancasila. Sedangkan dalam alinea ketujuh para Waligereja mengajak umat Katolik untuk benar-benar mendukung siapapun yang pada akhirnya terpilih. “Pada akhirnya, marilah kita dukung dan kita berikan loyalitas kita kepada siapa pun yang akan terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014 – 2019.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.