Pikiran Positif (2)

(sambungan) Contoh lain? Lihatlah kisah seorang perempuan Kanaan yang mendatangi Yesus demi kesembuhan anaknya yang kerasukan. Oleh imannya yang besar, Yesus pun merespon seperti ini: “Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.” (Matius 15:28). Bagaimana kita memandang hidup itu tergantung oleh iman. Dan besar kecilnya iman kita akan terlihat dari bagaimana pikiran kita dalam memandang kehidupan yang kita jalani. Positive thinking, tetap berpengharapan, optimis, atau ragu-ragu, atau juga pesimis dan terus menerus berpikiran buruk, itu semua merupakan pilihan kita yang akan sangat menentukan sejauh mana keberhasilan kita dalam menggenapi rencana indah yang telah disediakan Tuhan.

Kita perlu berhati-hati terhadap pola pikir kita. Terus menerus membiarkan diri kita berpikiran negatif bisa sangat buruk akibatnya. Itu akan menghilangkan segala potensi yang bisa kita raih, bisa menutupi peluang yang ada, bisa pula mematikan semangat perjuangan kita. Bahkan Alkitab dengan tegas berkata: “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” (Ayub 3:25). Dan itu membuat kita bisa merasa seperti ini: “Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.” (ay 26). Apa yang kita takutkan, itulah yang terjadi. Jadilah seperti katamu, jadilah seperti yang kau kehendaki, jadilah seperti yang engkau percaya. Kita percaya kita akan berhasil? Itu akan menjadi bagian kita. Sebaliknya jika kita percaya bahwa kita akan gagal dan tidak akan pernah berhasil, maka itu pula yang akan terjadi. Dalam Amsal pun kita bisa melihat sebuah ayat yang berbunyi: “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.” (Amsal 23:7). Dalam versi bahasa Inggrisnya lebih jelas: “For as he think in his heart, so is he.” Dalam versi King James dikatakan: “For as he thinketh in his heart, so is he.” Jelaslah bahwa kita harus berhati-hati dalam pikiran kita, karena masalahnya bukan berada pada Tuhan, tetapi kepada cara pandang kita terhadap hal-hal yang berkenaan dengan hidup kita sendiri.

Jika demikian, kemanakah sebaiknya pikiran kita dipusatkan, agar pikiran kita tetap sehat dan tidak terkontaminasi dengan berbagai pikiran negatif, jahat atau kotor? Daud berkata, “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Mazmur 27:1). Ayat ini berbicara mengenai kehidupan orang percaya yang berpusat pada Tuhan. Di dalam ayat ini terkandung pengertian bahwa selalu ada pengharapan dan keyakinan jika kita berpusat pada Tuhan. Dalam kesempatan lain, Tuhan Yesus berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27). Yesus adalah harta kita terbesar, dan berpusat padaNya kita akan mendapat damai sejahtera Kristus, yang tidak akan pernah sama seperti yang dapat diberikan dunia pada kita.Marilah kita terus mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang positif dan tidak membiarkan berbagai hal negatif datang silih berganti atau malah tinggal diam di dalam pikiran kita. Isilah terus dengan damai sejahtera yang datang dari Allah, karena itulah yang akan mampu memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus.“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:7) Segala pikiran negatif akan semakin menjauhkan kita dari Allah, menghilangkan damai dan sukacita dalam hidup kita dan akan membuat kita berjalan di tempat atau bahkan mengalami kemunduran. Pikiran memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan kita. Oleh karena itu mari kita awasi pikiran kita agar kita tidak terus membuang-buang berkat yang telah disediakan Tuhan bagi kita. Bagaimana cara anda memandang hidup hari ini? Jangan biarkan pesimisme, keputus-asaan atau hal-hal negatif lainnya membelenggu pikiran anda. Tumbuhkan pikiran positif yang didalamnya penuh optimisme dan pengharapan, peganglah janji-janji Tuhan dan teruslah taat terhadap FirmanNya. Jangan luput memandang langkah-langkah kecil yang kita capai, itu akan membuat kita pada suatu ketika sampai pada tingkatan seperti yang telah direncanakan Tuhan sejak awal bagi kita masing-masing. Apa yang kita pikirkan akan sangat menentukan masa depan kita.

Berhasil tidaknya kita tergantung dari bagaimana kita menyikapinya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.