Pijar Vatikan II: Presiden Megawati ke Vatikan Jadi Kunjungan Terakhir Seorang Presiden RI (25E)

MEGAWATI menjadi Presiden RI ke-5 setelah Gus Dur “dilengserkan” 23 Juli 2001. Ia melanjutkan masa pemerintahan Presiden Gus Dur sampai pemilihan Presiden baru 20 Oktober 2004. Selama 3 tahun di bawah pemerintahan Megawati, Indonesia mengalami banyak cobaan.

Euphoria Reformasi sejak Pak Harto jatuh, sama sekali tidak menyelesaikan krisis ekonomi yang membuat Indonesia terpuruk. Megawati terpaksa berkonsentrasi ngurus negara yang terpuruk ini, setelah 2 presiden pendahulunya nyaris tidak bisa berbuat banyak karena tidak tuntas menyelesaikan masa pemerintahan.

Megawati membawa Indonesia berhasil ke luar dari IMF pada tahun 2003. Ini menjadi tanda bahwa Indonesia sudah ke luar dari krisis 1998 dan sudah lebih mandiri. Presiden Megawati juga berani menghentikan hutang baru. Bahkan selama ia menjadi presiden, Mega tak pernah berhutang kepada IMF, Bank Dunia atau negara lain.

Selama masa pemerintahannya, ia menangkap 21 “pengemplang” BLBI antara lain: David Nusa Wijaya, Hendrawan, Atang Latief, Uung Bursa, Prayogo Pangestu, Syamsul Nursalim, Hendra Rahardja, Sudwikatmono, Abdul Latief, dsb. Perlu diketahui, BLBI itu dikucurkan oleh Soeharto pada tahun 1996 sebesar 600 Trilyun.

Mega juga mengeluarkan Keppres no 34 Tahun 2004 tentang penertiban bisnis TNI. Banyak yang tahu, di zaman sebelumnya, aparat TNI sering dipakai untuk memback-up ilegal logging dan kejahatan lainnya. Anggota TNI yang melakukan pelanggaran ini akan diberi sangsi hukum yang berat, bahkan pemecatan. Di zaman Megawati, pernah ada oknum tentara yang disewa menjadi penembak bayaran dalam menghabisi nyawa bos PT Asaba. Hal semacam ini bukan sesuatu yang mengherankan di zaman itu.

Di bawah pemerintahan Megawati, pembangunan infrastruktur yang vital setelah pembangunan berhenti sejak 1998, juga dilakukan. Di antaranya Tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang), Jembatan Surabaya Madura (Suramadu), Tol Cikunir, rel ganda kereta api. Tol Cipularang diselesaikan pembangunannya bertepatan dengan peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika.

Presiden Megawati dan Paus Yohannes Paulus II A

Presiden Megawati disambut hangat oleh Paus Yohannes Paulus II saat berkunjung ke Vatikan. (Ist)

Walau tol Cipularang dan Jembatan Suramadu diresmikan pembukaannya oleh Presiden SBY, tetapi orang akan mengingat jasa Megawati pada kedua projek vital itu. Megawati juga memerintahkan Gubernur DKI membenahi sistem transportasi ibukota dengan busway.

Pukulan telak yang terjadi ketika Megawati menjadi presiden, apalagi kalau bukan peristiwa Bom Bali 2002. Peristiwa yang terjadi pada 12 Oktober 2002 malam itu merenggut 202 nyawa dan 209 orang luka-luka. Kebanyakan korban adalah wisatawan asing yang malam itu sedang bersantai di Paddy’s Pub dan Sari Club di Legian, Bali.

Walau pelakunya: Amrozi, Mukhlas dan Imam Samodera cs sudah tertangkap dan bahkan sudah dieksekusi mati, namun peristiwa Bom Bali 2002 ini dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia. Bali, sebagai tujuan wisata dunia dan “etalase” negara kita di mana dunia, membutuhkan waktu 10 tahun lebih untuk bangkit seperti sebelum terjadinya bom sialan itu.

Masa pemerintahan Megawati juga ditandai dengan semakin menguatnya konsolidasi demokrasi di Indonesia. Pada masa pemerintahan dia, pemilihan umum presiden secara langsung dilaksanakan. Meski pada Pemilu 2004, Mega kalah dari SBY, tetapi Megawati akan tercatat sebagai presiden yang berhasil meletakkan dasar pemilihan umum presiden secara langsung.

Mega juga akan dicatat dalam “tinta emas”, sebagai presiden yang memprakarsai terbentuknya KPK. Komisi Anti Korupsi bentukan Mega ini diakui sebagai lembaga yang paling berwibawa dan paling berpengaruh sekarang ini.

Melawat ke Vatikan
Presiden Megawati datang ke Vatikan dalam rangkaian kunjungannya ke Italia, Inggris, Republik Ceko dan Slovakia dari 9-21 Juni 2002. Selain bertemu Paus Yohanes Paulus II, di Roma, Megawati menghadiri pertemuan FAO yang dihadiri para pemimpin dunia membahas soal kecukupan pangan.

Di Inggris, ia ketemu PM Tony Blair menadatangani beberapa Memorandum of Understandings kerjasama kebudayaan dan kesehatan. Di Ceko, Presiden Mega ketemu PM Milos Zeman, Presiden Vaclav Havel, Ketua Senat Petr Pithart dan Walikota Praga Jan Kasl. Sejak zaman ayahnya menjadi presiden, Indonesia memang sangat bersahabat dengan Republik Ceko (waktu itu masih bernama Cekoslovakia).

Dari Ceko, Mega ke Slovakia. Ia bertemu Presiden Slovakia Rudolf Schuster dan PM Mikulas Dzurinda.

Presiden Megawati dan Paus Yohannes Paulus II di Vatikan

“God bless Indonesia,” demikian kata Paus Yohannes Paulus II saat bertemu empat mata dengan Presiden Megawati di Vatikan. (Ist)

Mega mengunjungi Paus Yohanes Paulus II di ruang kerjanya pada hari Senin pagi 10 Juni 2002. Mega memakai baju hitam dan kerudung hitam. Seperti Gus Dur, Megawati juga memulai kunjungannya ke Italia dengan bertemu Paus terlebih dulu. Pagi itu, Mega dan rombongan disambut Paus Yohanes Paulus II yang sudah tidak bisa berjalan tegak lagi. Paus berjalan tertatih-tatih dengan memakai tongkat, didampingi asistennya yang setia: Mgr.Dziwitz.

Mega nampak tidak tega dan ingin ikut-ikutan memapah Paus ketika Paus mengangkat tangannya ingin menyalami Mega. Walau kepalanya tidak bisa lagi tegak, tremor tangannya sudah parah, namun sorot mata Paus dari Polandia ini masih sangat tajam. Paus lantas mempersilahkan Mega duduk berdekatan.

Mega dan Paus kemudian mengadakan pembicaraan 4 mata. Pertemuan pribadi di ruang kerja Paus itu tidak lama. Cuma sekitar 15 menit. “God bless Indonesia!” Itu kata-kata yang beberapa kali diucapkan Paus Yohanes Paulus II kepada Mega.

Seusai pembicaraan, Megawati berfoto dengan Paus. Kesan akrab tampak jelas antara keduanya. Di akhir pertemuan, Megawati memberikan cinderamata berupa lukisan Gereja Katedral kepada Paus. Paus juga memberikan cinderamata kepada Megawati dan kepada seluruh delegasi Indonesia yang ikut menemuinya.

Kunjungan Presiden Megawati ini, adalah kunjungan terakhir seorang Presiden Indonesia ke Vatikan. Tidak terasa, itu sudah terjadi 12 tahun yang lalu. Sejak saat itu, belum ada lagi pertemuan seorang Presiden Indonesia dengan Paus.

Photo credit: Presiden Megawati dan Paus Yohannes Paulus II (Ist)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.