Pijar Vatikan II: Di Brasil, Yesus Pakai Kaaos Bola Italia (26A)

Piala Dunia Brasil 2014

SUDAH dua pekan lebih, kita menikmati serunya pesta bola dunia. Mata dunia lagi tertuju ke Brasil, tempat diselenggarakannya gelaran pesta bola terbesar sejagad raya ini. Setiap pertandingan disiarkan melalui liputan digital dan elektronik; streaming maupun siarang langsung.

Di zaman internet dan teknologi tinggi ini, kita benar-benar dimanja. Siaran bola berkualitas tinggi High Definition (HD), tak hanya bisa ditonton di TV rumah. Pertandingan dan serba-serbinya, bisa diunduh dengan mudah di gadget dan smartphone kita. Tiap negara, apalagi negara yang tampil pada Piala Dunia Sepakbola 2014 di Brasil ini, jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk meraup keuntungan dari gelaran akbar ini.

Maklum, ada duit sangat besar yang “ikut main” pada pesta olah raga yang paling populer di seantero bumi. Italia, sebagai juara dunia empat kali dan negara langganan peserta, tentu saja juga ikut-ikutan “heboh” menyambut demam Piala Dunia Brasil.

Yesus ala Italia
Kali ini, Italia cukup “kebablasan” dalam menyambut pesta sepakbola ini. Ulah negara katolik ini menimbulkan reaksi keras tuan rumah Brasil, yang juga negara sangat katolik. Konferensi Uskup Brasil dan Keuskupan Rio de Janeiro sampai turun tangan meminta Italia mempertanggungjawabkan ulahnya.

Jadi ceritanya, sebelum Piala Dunia Sepakbola dibuka, RAI (Stasiun TV “setengah resmi” milik Pemerintah Italia) secara gencar menayangkan video clip menyambut Piala Dunia. Tayangan spot video berdurasi 90 detik itu, berisi anak-anak dan remaja Brasil yang sedang bermain bola dan menyambut tim Italia. Tayangan itu diakhiri dengan seruan: “Brasil, kami datang. Tunggu dan sambutlah!”.

Sequel terakhir video ini diakhiri dengan pemandangan klasik kota Rio de Janeiro, yaitu Monumen Yesus Penebus dengan tangan terbuka yang menjadi ikon kota Rio.

Sebenarnya, tidak ada yang istimewa dari video itu, kalau tidak ada rekayasa. Yang bikin heboh, jubah Yesus pada video itu, pada bagian atasnya diganti kaos bola. Kaos yang “dipakaikan” pada Yesus bukan seragam tim nasional Brasil, tetapi seragam tim nasional Italia warna biru, nomor punggung 10.

Dengan manipulasi digital, Yesus Penebus yang menjadi simbol kota Rio bahkan menjadi simbol negara Brasil, diganti menjadi Yesus Italia yang memakai nomor punggung 10, kaos milik pemain depan Antonio Cassano. Jadi pada perhelatan akbar Piala Dunia Sepakbola di Brasil tahun 2014 ini, Yesus dikesankan mendukung kesebelasan Italia dan “memberkati Brasil dengan berkat dari Italia”, karena Yesus “memakai” kaos bola Italia.

Heboh supporter

Atribut gerejani: Seorang suporter bola memakai jubah atribut gerejani untuk imam demi menunjukkan kekatolikannya. (Ilustrasi/Ist)

Tentu saja banyak yang tidak senang, bahkan marah dengan tayangan video ini. Don Antonio Sciortino, Direktur Majalah Katolik Italia “Famiglia Cristiana” sampai perlu menulis surat protes keras ke RAI. Menurut majalah katolik terbesar di dunia ini, tayangan video itu melukai sensibilitas rohani umat katolik, apalagi yang dipakai adalah simbol rohani yang sangat dimuliakan umat Brasil.

Yesus ala Australia
Ulah semacam Italia, juga terjadi di Australia, negara yang juga lolos ke Piala Dunia Brasil 2014. Tiga hari sebelum Piala Dunia sepakbola Brasil dibuka, biro taruhan Sportsbet mengunggah balon raksasa berbetuk Kristus Penebus, simbol kota Rio de Janeiro di langit kota Melbourne. Lagi-lagi, Yesus Penebus dengan tangan terbuka yang menjadi simbol Brasil itu diubah tampilannya. Kali ini, biro taruhan yang markasnya di dekat Bandara Melbourne itu, membuat balon Yesus ala Rio dengan kaos bola tim nasional Australia “The Socceroos” berwarna kuning hijau.

Tidak seperti video Italia, kaos yang dipakai Yesus Penebus pada balon raksasa itu tidak mencantumkan nomor punggung pemain, tetapi tulisan besar : #Keep The Faith dan website biro taruhan itu : Sportsbet.com.au.

Orang Melbourne senang melihat balon raksasa lucu itu. Semangat untuk mendukung dan percaya kepada timnas Aussie jadi berkobar. “Kalau dulu Yesus berjalan di atas air, kini Yesus bisa terbang!,”kata seorang pendukung the Socceroos dari Melbourne. Tentu saja, selain yang mendukung dan menganggap lucu, yang mengecam juga banyak.

Uskup Agung Anglican Mgr.Philip Freier termasuk yang mengecam keras balon Yesus raksasa tersebut. Menurut Uskup Anglican Melbourne ini, balon semacam itu merupakan “a blatant attempt to boost business that exploited a powerful Christian symbol”

Saya tidak tahu apakah Uskup Agung Katolik – Keuskupan Melbourne – Mgr.Joe Grech ikut-ikutan marah dan mengecam balon Yesus ini. Setahu saya, Uskup Agung Melboune ini selera humornya sangat tinggi. Waktu Joe Grech masih menjadi mahasiswa di Universitas Gregoriana dulu, ia pernah tinggal di sebelah kamar saya. Kami sama-sama penghuni Collegio Olandese Roma. Joe Grech kalau tidur ngoroknya “mengerikan”, terdengar di seluruh lorong asrama. Kalau kami ledek kok tidurnya seperti “babi disembelih”, Uskup Melbourne yang berdarah Malta ini malah tertawa dan bercanda: “Kalian itu tidak mensyukuri pemberian Tuhan bernama babi dan suaranya”.

Karenanya, saya yakin Joe Grech tidak marah melihat balon Yesus berkaos timnas Aussie mengudara di langit keuskupannya.

Balon di Melbourne

Balon Piala Dunia 2014 di Melbourne: Sebuah balon raksasa menyerupai Patung Yesus Rio de Janeiro mengudara bebas di langit Melbourne, Australia. (Ilustrasi/Ist)

Terhadap mereka yang menentang balon udara itu, dengan entengnya Barni Evans, direktur marketing Sportsbet Australia mengatakan: “Bisnis kami ‘kan bisnis entertainment yang bikin orang senang. Hidup ini susah dan bikin muram. Kalau balon itu bisa bikin orang tersenyum, ya kami senang. Apalagi di balon kami ada pesan mendukung Timnas kita: “Keep the faith”

Kata orang Jakarta: “Bisa saja si Barni ini “ngelès”-nya!”

Orang Australia tahu, dalam salah satu pilihan taruhan Sportsbet, ada “opsi” uang kembali kalau timnas Australia menang. Makanya demi the Socceroos, banyak yang bertaruh di #Keep The Faith. Dan tentu saja yang menang ya para bandar Sportsbet itu. Kita tahu sampai pertandingan penyisihan Grup A berakhir, the Socceroos tidak pernah menang. Timnas Aussie pulang kandang setelah menelan tiga kekalahan berurut-turut, termasuk kekalahan terakhir 0-3 dari Spanyol (juara bertahan yang juga pulang kandang).

Photo credit: World Cup 2014 (Ilustrasi/Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.