Pijar Vatikan II: Apa Urusan Agama dalam Sepakbola? (26B)

Paus Fransiskus menerima kaus bola dari tim kesayangannya San Lorenzo, Buenos Aires, Argentina. Photo courtesy of Reporter News.

URUSAN agama, khususnya agama katolik dengan sepak bola, ternyata ada dan cukup banyak. Kali ini, gelaran Piala Dunia diadakan di Brasil, negara yang mayoritas penduduknya beragama katolik. Selama 20 turnamen bola tingkat dunia ini diselenggarakan, hanya delapan negara yang pernah meraih trofi juara.

Sejak tahun 1930, ketika Piala Dunia pertama kali diadakan, hampir semua negara yang menjadi juara adalah negara Katolik. Brasil lima kali juara. Italia empat kali. Uruguay dan Argentina, masing-masing juara dua kali. Spanyol dan Perancis, masing-masing sekali menjadi juara. Jerman tiga kali juara. Brasil, Italia, Uruguay, Argentina dan Spanyol adalah negara-negara yang (sangat) katolik.

Walau Jerman bukan negara katolik, tetapi hampir sepertiga penduduk Jerman adalah katolik. Bahkan selain menjadi juara dunia sepakbola, Jerman juga pernah “juara” pemilihan Paus. Paus Benedictus XVI adalah orang Jerman. Perancis pernah menjadi negara katolik. Kini penduduk katolik Perancis tinggal separoh.

Di Perancis pemeluk Katolik masih terbanyak, tetapi pemeluk Islam meningkat tajam. Di negeri menara Eiffel itu, Islam sudah menjadi agama nomor dua sesudah katolik. Satu-satunya negara “bukan katolik” yang pernah memenangkan Piala Dunia adalah Inggris, yang menjadi Juara Dunia pada tahun 1966.

Gelaran Piala Dunia di Brasil kali ini, naga-naganya akan dimenangkan oleh negara Katolik lagi. Hampir semua negara Katolik Amerika Latin yang ikut kejuaraan ini seperti Brasil, Chili, Costa Rica, Mexico, Uruguay, Argentina, Columbia, sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar. Juga Perancis dan Jerman. Di kalangan para pegila bola dan pasar taruhan, dua negara Katolik : Brasil dan Argentina bahkan difavoritkan menjadi juara kembali. Bintang-bintang mereka, Neymar dan Messi sangat bersinar pada Piala Dunia ini. Sampai babak penyisihan berakhir, mereka sama-sama menjadi top-scorer dengan mencetak empat gol.

Kesan “Katolik” pada Piala Dunia di Brasil ini semakin lengkap, ketika Paus Fransiskus menyambut Piala Dunia ini dengan pidato resmi dari Vatikan. Video sambutan Paus dari Ruang Kerjanya di Vatikan, disiarkan langsung pelbagai saluran TV dunia. Sehari menjelang pembukaan Piala Dunia, semua TV Brasil menayangkan berkali-kali video sambutan Paus ini. Sambutan Paus memang dibawakan dalam bahasa Portugis, bahasa yang dipakai tuan rumah Piala Dunia Brasil.

Kepada para pencinta bola, Panitia Penyelenggara, penonton, pemirsa, dan lebih-lebih para pemain bola sendiri, Paus dengan hangat berpesan agar pesta sepakbola ini menjadi ajang persaudaraan, solidaritas, dan perdamaian.

Sepakbola mengajar banyak hal baik kepada kita, yaitu perlunya latihan, perlunya “fair play” dan perlunya menghormati lawan. Untuk memang, seorang olahragawan harus berlatih keras. Dalam sepakbola, kalau mau menang yang diperlukan adalah kerjasama tim bukan ketrampilan individu belaka. Seperti sepakbola, dalam hidup juga diperlukan kekuatan untuk mengalahkan egoisme dan individualisme. Begitu kata Paus.

Mengakhiri pesannya, Paus juga berdoa agar sepakbola dan para pemainnya, menjadi alat yang baik dalam mempromosikan nilai-nilai kebaikan dan persaudaraan, tanpa memandang perbedaan ras.

Photo credit: Paus  Fransiskus terima kaos bola (Ilustrasi/Ist)

Tautan: Pijar Vatikan II: Di Brasil, Yesus Pakai Kaaos Bola Italia (26A)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.