Pijar Vatikan di Tahun Iman: Paus Mendatang, Imam Praja atau Ordo, Eropa atau Bukan? (16B)

< ![endif]-->

 lapangan santo petrus penuh manusia

SIAPA Paus baru nanti?

Menjelang diselenggarakannya pemilihan Paus yang baru ini, semua orang bertanya: siapa kira-kira yang akan menjadi Paus baru nanti. Media cetak dan elektronik di seantero dunia sibuk membuat analisa, perkiraan, survey, wawancara tentang sosok Paus baru pengganti Benedictus XVI.

Beberapa nama sudah “dijagokan” dan dianggap punya kans besar menjadi Paus, seperti Kardinal Angelo Scola (Itali), Jorge Mario Bergoglio (Argentina), Christoph Schönborn (Austria), Marc Quellet (Canada), Timothy Dolan (AS), Odilo Pedro Scherer (Brasil), Peter Turkson (Ghana), Luis Antonio Tagle (Filipina), Angelo Bagnasco (Itali), Gianfranco Ravasi (Itali)  dll.

Bursa taruhan juga menjagokan mereka sebagai calon Paus favorit (papabile). Seperti banyak media lain, BBC Online juga memberikan profil cukup lengkap para Kardinal “papabile” itu (http://www.bbc.co.uk/news/world-21657407).

Selain melalui “dunia maya”, mempromosikan Kardinal favorit juga ditempuh dengan cara lain, layaknya promosi bakal calon legislative partai. Koran ItaliLa Stampa memuat foto poster-poster di beberapa tembok kota Roma yang meminta dukungan untuk Kardinal kulit hitam dari Ghana: Peter Turkson.

Diam-diam, rupanya ada kelompok yang merasa diri menjadi “tim sukses” Kardinal tertentu. Kendati banyak nama beredar sebagai favorit, tetapi sebenarnya tidak pernah ada yang bisa memastikan siapa yang akan terpilih.

Di Itali, tentang pemilihan Paus ada guyonan terkenal:  “Chi entra Papa esce Cardinale”, yang artinya : “siapa masuk (Konklaf) sebagai (favorit) Paus, (biasanya) ke luar sebagai Kardinal” !

Nama almarhum Kardinal Siri dari Genoa misalnya, sangat favorit pada Konklaf 1978.Yang terpilih ternyata Kardinal Karol Józef Wojtyła dari Polandia. Pada Konklaf 2005, nama Kardinal Martini difavoritkan di mana-mana. Yang terpilih ternyata Ratzinger.

Siapa yang akan terpilih kali ini ? Yang pasti, salah seorang dari 115 Kardinal yang punya hak pilih pada Konklaf nanti, pasti akan menjadi Paus baru menggantikan Benedictus XVI. Inilah profil 115 Kardinal yang salah satu di antaranya pasti jadi Paus baru nanti:

Dari negara asal

Negara asal untuk Kardinal yang lebih dari 1 orang adalah : Italia 28, Amerika 11, Jerman 6, Spanyol 5, India  5, Brasilia 5, Perancis 4, Polandia 4, Mexico 3, Canada 3, Portugal 2, Nigeria 2, Argentina 2.

Negara yang hanya diwakili 1 orang Kardinal adalah : Australia, Austria, Belgia, Bolivia, Bosnia dan Herzegovina, Chili, China, Congo, Colombia, Croatia, Cuba, Republik Czech, Republik Dominika, Ecuador, Mesir, Ghana, Guinea, Honduras, Hungaria, Irlandia, Kenya, Lebanon, Lithuania, Belanda, Peru, Philippina, Senegal, Slovenia, Afrika Selatan, Sri Lanka, Sudan, Swiss, Tanzania, Venezuela, dan  Vietnam.

Semua benua ada wakilnya.

Dari 115 Kardinal yang pada Konklaf ini punya hak pilih dan dipilih, ternyata 60 orang berasal dari benua Eropa.Benua Amerika diwakili 33 orang (Amerika Latin 19 orang dan Amerika Utara 14 orang).Benua Afrika diwakili 11 orang, sementara benua Asia 10 orang. Benua Australia diwakili 1 orang : Kardinal George Pell.

Dari usia

Usia rata-rata Kardinal pemilih adalah 71-72 tahun. Ada 8 Kardinal yang pada tahun ini berusia 80 tahun.

Kardinal Walter Kasper dari Jerman, pada tanggal 5 Maret yang lalu tepat berusia 80 tahun.Walter Kasper adalah pemilih tertua. Beliau masih punya hak pilih karena ketika “sede vacante” dimulai pada 28 Februari lalu, beliau belum genap berusia 80 tahun.

Kardinal Severino Poletto and Juan Sandoval Iniguez juga berusia 80 tahun pada bulan Maret ini.

Kardinal paling muda adalah Baselio Cleemis Thottunkal dari India.Umurnya 54 tahun pada bulan Juni nanti. Yang termasuk golongan Kardinal muda di bawah 60 tahun adalah : Kardinal Filipina Luis Antonio Tagle (56 tahun), Kardinal Rainer Woelki (57 tahun) dan Kardinal Reinhard Marx (60 tahun)  keduanya dari Jerman serta Kardinal Win Eijk (60 tahun) dari Belanda.

Dari yang mengangkatnya:

67 orang Kardinal diangkat oleh Paus Emeritus Benedictus XVI, sementara 48 orang diangkat oleh almarhum Paus Yohanes Paulus II.Dari 115 Kardinal yang punya hak suara, berarti 58% pemilih adalah Kardinal “ciptaan” Benedictus XVI.Sementara itu, ada 2 orang Kardinal yang diangkat oleh Paus Paulus VI. Karena usia mereka sudah lebih 80 tahun, mereka tidak bisa memilih dalam Konklaf kali ini.

Dari kategori praja, tarekat atau ordo

 

Dari 115 Kardinal yang punya hak pilih, 96 di antaranya adalah Kardinal dari imam keuskupan atau imam Praja.Jadi mayoritas Kardinal adalah para imam Praja.

Hanya 19 orang yang berasal dari tarekat atau ordo.Ordo Fransiskan dan Salesian (Don Bosco) diwakili 4 Kardinal. Kardinal dari Ordo Fransiskan adalah Claudio Hummes dari Brasil, Carlos Amigo Vallejo dari Spanyol, Wilfrid Fox Napier dari Afrika Selatan, dan Sean Patrick O’Malley, Kardinal dari Boston Amerika, seorang Fransiskan Kapusin.

Kardinal dari Ordo Salesian pengikut Don Bosco adalah Tarcisio Bertone, Angelo Amato, Raffaele Farina (semua dari Itali) dan Oscar Maradiaga dari Honduras.

Dari Ordo Dominican juga ada 2 Kardinal, yaitu Christoph Schönborn (Uskup Agung Vienna Austria) dan Dominik Duka (Uskup Agung Praha).

Dari Ordo Jesuit ada 2 Kardinal yang memiliki hak pilih, yaitu Jorge Mario Bergoglio dari Keuskupan Agung Buenos Aires Argentina dan Julius Darmaatmadja dari Indonesia.Sayang Bapak Kardinal kita tidak bisa hadir pada Konklaf kali ini, karena gangguan penglihatan yang sangat serius.

Pada waktu Konklaf tahun 2005 sesudah wafatnya Paus Yohanes Paulus II, Bapak Kardinal kita oleh beberapa media difavoritkan sebagai Kardinal yang “papabile”.

Selain Borgoglio dan Darmaatmadja, Jesuit sebenarnya masih memiliki beberapa Kardinal lain yaitu Kardinal Ján Chryzostom Cardinal Korec (89 tahun) dari Slovakia, Uskup emeritus Nitra; Kardinal Roberto Tucci (91 tahun) dan Kardinal Albert Vanhoye (89 tahun).Tucci dan Vanhoye diangkat Kardinal karena jasanya yang luar biasa sebagai teolog dan exeget. Karena usia, ketiganya tidak punya hak untuk mengikuti Konklaf 2013 ini.

Photo credit: Lapangan Santo Petrus Vatikan (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.