Phising, Modus Penipuan melalui Media Internet

< ![endif]-->

PHISHING. Itulah nama yang kian menjadi momok kita sekarang. Terutama karena inilah modus yang selama beberapa tahun ini sering dipakai sebagai ‘alat’ untuk menggerus saldo bank kita oleh aktor-aktor di belakang layar namun pintar dan mampu memindai kita dari dunia virtual.

Phising  adalah tindakan canggih oleh para hackers di dunia virtual (internet) untuk bisa memperoleh informasi pribadi seperti User ID, PIN, nomor rekening bank, nomor kartu kredit Anda. Karena namanya sengaja memindai diam-diam dengan tujuan penipuan atau malah menguras saldo tabungan kita di bank, sudah barang tentulah phising ini masuk dalam kategori penipuan atau kejahatan virtual.

Bagaimana phishing dilakukan?

Teknik phishing yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan alamat email palsu dan grafik untuk menyesatkan nasabah dengan sengaja dan sangat meyakinkan menggunakan logo resmi perusahaan sehingga nasabah terpancing menerima keabsahan email atau website.
  • Membuat situs palsu yang sama persis dengan situs resmi atau mengirimkan email yang berisikan link ke situs palsu tersebut.
  • Membuat hyperlink ke website palsu atau menyediakan formulir isian yang ditempelkan pada email yang dikirim.
  • Pemalsuan ini dilakukan untuk memancing korban menyerahkan data pribadi, seperti password, PIN dan nomor kartu kredit.

Mencegah phishing

  • Selalu ketik URL yang lengkap untuk alamat website resmi bank, pada menu bar di browser Anda.
  • Jangan pernah memberikan User ID atau PIN Anda kepada orang lain bahkan kepada  staf bank sekalipun. Bank tidak pernah menanyakan nomor PIN untuk alasan apa pun.
  • Jangan terpancing untuk mengikuti anjuran melakukan transfer ke rekening tertentu, dengan tujuan mendapatkan hadiah undian.
  • Jika Anda mendapatkan email yang berisi pemberitahuan bahwa bank sedang meng-upgrade system dan meminta Anda melakukan konfirmasi dengan data-data pribadi, jangan sekali-kali pernah melakukan tindakan  reply atau mengklik link yang ada pada email tersebut. Itu karena pihak bank dalam standar prosedur operasionalnya selalu menerapkan kebijakan untuk tidak meminta pemilik rekening/nasabah meng-update data melalui sarana email.
  • Jika sudah terlanjur melakukan reply, segera hubungi call center bank untuk melakukan penghapusan fasilitas internet banking dan silahkan mendaftar ulang melalui ATM atau cabang yang terdekat.

Diolah dari berbagai sumber.

Photo credit: Ilustrasi (www.allspameduc.com)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.