Pesta Harijadi SMA Katolik Villanova Manokwari, Papua Barat

Pesta harijadi SMA Villanova Manokwari. (Agustinus Lebang)

HARI Senin 10 oktober 2016 adalah hari yang sangat penting bagi SMU Katolik Villanova di Susweni, Manokwari (Papua Barat).  Dengan mengusung tema “ Kekeluargaan Mempersatukan Kita di dalam Kasih Tuhan”,  seluruh partisipan yang hadir merasakan kehangatan dan serunya pesta memperingati hari berdirinya SMA Katolik Villanova.

Demikianlah suasana yang terjadi dari pagi hingga siang di Kompleks SMA tersebut. Bertempat di halaman upacara sekolah, tiga imam Ordo OSA (P. Aloisius Tenuwut Sedit OSA, P. Paulus W. Ulipi OSA dan P. Marthinus CM Werang OSA)  memimpin misa syukur yang dihadiri ratusan siswa dan orangtua serta undangan lainnya.

Pastor Aloisius Tenuwut Sedit OSA berperan sebagai selebran utama dalam misa tersebut.  sebagai Ketua Yayasan Ordo santo Augustinus,   dalam khotbahnya ia berharap agar siswa-siswi harus menjaga kebersihan sekolah, rajin belajar. Pastor juga menegaskan agar siswa taat pada aturan sekolah (disiplin) dan tidak menyombongkan diri atas tindakan yang tidak menyenangkan. Murid harus bangga pada apa yang dimiliki dan terus mengembangkan talenta (berprestasi) dan lebih penting adalah patut rendah hati.

Pastor Alo juga bersyukur dapat merayakan syukuran sekolah bersama-sama siswa, orangtua dan tenaga pendidik (guru) berjumlah 29 orang). Dalam kesempatan yang sama ia juga menyampaikan pujian atas prestasi siswa dalam berbagai kegiatan lomba studi, seni dan olahraga yang boleh ditampilkan dalam memperingati HUT SMU Katolik Villanova yang ke-6 pada tahun ini.

Pastor Alo adalah sekaligus oastor Paroki Immanuel Sanggeng-Manokwari (Papua Barat).

lebang-sma-villanova2

Kegiatan dilanjutkan dengan kegembiraan bersama lewat pentas seni  di antaranya bernyanyi, pantun dan puisi, beatbox, dancer dan rapper dari berbagai tingkatan pendidikan. Sambutan sorak sorai dan dukungan dari rekan-rekan serta guru dari atrasi yang ditampilkan siswa menambah semaraknya pesta syukur ini. Pemberian hadiah bagi pemenang pelbagai lomba dalam rangka hut disambut sorak-sorai dari siswa-siswi. Beberapa lomba yang diselenggarakan di antaranya lomba taman dan kebersihan, maket, basket, futsal.

Namun ada rasa ketidakpuasan dari siswa setelah menerima Laporan Hasil Ulangan Mid semester ganjil Tahun Ajaran 2016/2017. Beberapa siswa ada yang mengungkapkan penurunan nilai. Beberapa orangtua juga melihat hal sama, penyebabnya di antaranya demam game dari teknologi masa kini. Namun demikian motivasi dan nasihat dari guru-guru agar siswanya terus belajar.

Pastor Paulus W. Ulipi OSA selaku kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan kedisplinan menjadi tantangan dalam dunia pendidikan. Namun ada rasa bangga bagi pendidik di sekolah ini, bahwa bakat-bakat dari siswa dapat dikembangkan seiring dengan adanya sarana dan prasarana yang disediakan.

Harapan Pastor adalah agar bersama-sama saling mendukung dalam proses pembangunan dalam bentuk fisik sarana yang masih kurang. Namun dengan seiring ketersediaan kebutuhan dasar tersebut, ia juga mendorong agar siswa-siswi  yang kini berjumlah 340 orang dapat bersaingan secara sehat dalam mengembangkan berprestasi (bermutu).

Hal sama disampaikan oleh salah satu mantan kepala sekolah SMU ini bahwa dalam usia yang sangat muda, siswa-siswi dari sekolah ini mampu bersaing dengan sekolah setingkat di Manokwari dan kini menjadi sekolah yang diperhitungkan dalam berbagai lomba yang diselenggarakan oleh berbagai pihak.

Marthinus CM Werang OSA adalah salah satu imam yang ditahbiskan pada akhir bulan Agustus 2016 oleh Uskup Keuskupan Manokwari Sorong. Kini ia dipercayakan sebagai bendahara SMU Katolik Villanova – Manokwari.

St. Thomas dr Villanova adalah seorang Augustinain, mahaguru, Uskup Valencia, penyayang orang miskin, pelindung studi.

Fotografer dan videografer, penggiat Komsos di Paroki St. Agustinus Manokwari, Keuskupan Manokwari-Sorong (KMS), Papua Barat.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.