Pesawat Sipil Rontok Dirudal: Dari Korean Airlines hingga Malaysian Airlines

korean-air-007

KISAH pilu pesawat MH-17 yang rontoh terkena rudal militer di kawasan udara Donetsk, Ukrania Timur, membawa kita pada rentetan kisah sedih berkaitan dengan korban pesawat penerbangan sipil yang ditembak rudak militer atas berbagai alasan.

Setidaknya, sejak tahun 1973 hingga 2014 ini sudah ada lima pesawat sipil yang menjadi korban ‘salah tembak’ dengan persenjataan rudal.

Korean Airlines KAL-007
Kenangan terburuk tentu saja adalah Korean Airlines dengan kode penerbangan KAL-007 yang ditembak oleh Angkatan Udara Uni Soviet dengan rudal udara-ke-udara di bulan September 1983. Semua penumpang berikut awak pesawatnya tewas dalam insiden yang memicu ketengan memuncak antara Blok Barat vs Blok Timur di era Perang Dingin.

Konon, pihak militer Uni Soviet di garis perbatasan Uni Soviet dekat Tiongkok sudah berkali-kali memberi peringatan kepada KAL-007 agar segera menyingkir dari wilayah udara Rusia (baca: Uni Soviet) karena sudah melanggar batas wilayah penerbangan di atas kawasan udara Rusia. Namun, KAL dianggap bandel hingga akhirnya rudal pun menyalak dan rontoklah pesawat penerbangan sipil milik Korea Selatan ini.

KAL -007 yang malang ini terbang dari Anchorage menuju Seoul. Hingga sekarang, tetap masih menjadi misteri mengapa KAL-007 diberitakan telah ‘salah terbang’ memasuki kawasan Uni Soviet? Juga mengapa dua jet tempur Soviet tetap nekad melontarkan rudal udara-ke-udara terhadap pesawat sipil tak bersenjata ini?

Hingga berakhirnya Perang Dingin tahun 1990-an, misteri penembakan KAL-007 oleh AU Uni Soviet tetap tak terkuak habis.

Ditembak oleh AU Israel
Kisah sebelumnya terjadi pada tanggal 21 Februari 1973.
Sebuah pesawat Libyan Arab Airlines berpenumpang 113 ditembak jatuh oleh Angkatan Udara Israel. Pesawat jenis Boeing 727-200 itu dirontokkan AU Israel karena dianggap melanggar kawasan Gurun Sinai yang di tahun 1973 masih dalam posisi diduduki oleh pasukan Israel setelah berhasil merebut kawasan ini dari tangan Mesir. Kini, Daratan Sinai sudah dikembalikan Israel ke tangan Mesir.

KoreanAirLines

Rute melenceng KAL-007: Inilah rute melenceng yanbg dilakukan oleh pesawat nahas Korean Airlines dengan kode KAL-007 dari Anchorage di AS menuju Seoul yang kemudian memasuki wilayah udara Uni Soviet. Karena dinilai tidak mau mengindahkan perintah ‘belok dan putar haluan’ menuju jalur penerbangan sipil yang semestinya, dua jet tempur Uni Soviet akhirnya menembak jatuh KAL-007 dengan tembakan rudal udara-ke-udara hingga menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawatnya. Insiden ini terjadi pada era Perang Dingin. (Ilustrasi/Ist)

 

AS pun nekad tembak Iran Air
Bukan hanya Israel yang gampang amok terhadap setiap upaya infiltrasi musuh asing ke wilayahnya. Ternyata Amerika pun pernah berlaku sama. Tanggal 3 Juli 1988, kapal perang USS Vincennes nekad menembak jatuh pesawat sipil Iran Air A-300 dalam penerbangan menuju Dubai, United Arab Emirates. Karena ditembak dengan rudal dari darat-ke-udara melalui terminal kapal perang, Iran Air pun rontoh habis berikut semua 290 penumpang termasuk awak pesawatnya.

US Navy pun berdalih saat itu dengan mengatakan, tembakan rudal terpaksa dilakukan karena saat itu tengah berkecamuk Krisis Teluk dimana Persian Gulf yang menjadi akses utama keluar-masuk jalur pengiriman minyak dari Timur Tengah ke dunia internasional diblokade oleh Angkatan Laut Iran.
AS pun marah dengan aksi blockade sepihak ini. Maka, Armada ke-VII Angkatan Laut AS dikirim Pentagon untuk mengamankan jalur minyak yang sangat strategis ini. Tibalah waktunya, sebuah pesawat sipil Iran dikira jet tempur hingga akhirnya rudal pun menyalak dari geladak USS Vincennes.

TransAir Georgia
Selama kurun waktu tiga hari berturut-turut mulai 21 September 1993, tiga pesawat sipil milik TransAir Georgia menjadi target penembakan rudal. Jumlah korban tewas mencapai angka 136 orang.

Siberian Airlines Flight 1812
Kejadiannya pada tanggal 4 Oktober 2001. Pesawat jenis Tupelov 154 ini baru meninggalkan landasan pacu Bandara Ben Gurion Tel Aviv di Israel menuju Novosibirsk, Russia. Pesawat Rusia berpenumpang 78 orang –mayoritas warga Israel kelahiran Rusia ini—ditembak rudal dan jatuh ke Laut Hitam di kawasan Ukrainia. Namun, pihak militer Ukrania membantah telah menembak jatuh, sekalipun saat peristiwa ini terjadi baru berlangsung latihan perang militer Ukrainia.

Sumber/Kredit foto: CNN/BBC

Tautan: 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.