Perkatakan, Renungkan, Lakukan (2)

Ayat bacaan: Ezra 1:10
===================
“Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.”

perkatakan, renungkan, lakukan

Melanjutkan renungan kemarin, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah merenungkan firman siang dan malam. Ada perbedaan besar antara membaca dan merenungkan. Dalam perenungan, kita tidak hanya sekedar membaca tapi disertai dengan meneliti dan memikirkan dengan seksama isi yang kita baca. Untuk bisa mengetahui dengan benar suara Tuhan, tidaklah cukup hanya dengan sekedar membaca saja. Sekarang ingat, besok lupa, itulah yang akan terjadi jika kita tidak menyimak dengan seksama apa yang menjadi keinginan Tuhan dalam hidup kita. Firman yang dibaca ala kadarnya bagaikan benih yang jatuh pada tanah berbatu, di pinggir jalan atau malah di semak duri. (baca Matius 13:1-8). Dibutuhkan kesungguhan untuk merenungkan firman Tuhan, menyerapnya dengan benar, sehingga benih firman itu bisa jatuh di atas “tanah yang baik” agar bisa menghasilkan buah berlipat ganda. Dikatakan berbahagialah orang “yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:2-3). Seperti itulah orang-orang yang selalu menyukai firman Tuhan dan merenungkan itu siang dan malam. Bagaikan pohon yang ditanam di tepi aliran air, sehingga tidak akan mengalami kekeringan dan bisa terus bertunas dan berbuah.

Jika memperkatakan dan merenungkan firman siang dan malam sudah kita lakukan, selanjutnya kita harus pula meningkatkan itu dengan menjadi pelaku firman. Tuhan mengatakan kepada Yosua untuk “bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalam Taurat Tuhan.” Berhenti hanya pada memperkatakan dan merenungkan belumlah cukup jika tidak disertai dengan aplikasi nyata dalam kehidupan. Tahu kehendak Tuhan tapi tidak melakukannya adalah bentuk dari orang yang munafik. Dan Tuhan pun mengecam keras orang-orang yang bersikap munafik seperti ini. Oleh karena itulah Yakobus menekankan pentingnya untuk tidak berpuas diri hanya sebagai pendengar atau pembaca firman, tapi juga harus melanjutkannya dengan perbuatan-perbuatan nyata sesuai apa yang dikehendaki Tuhan. “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (ay 22) Orang-orang yang hanya mendengar atau membaca tapi tidak melakukan digambarkannya sebagai berikut: “Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.” (Yakobus 1:23-24). Seperti ketika kita bercermin, kita hanya melihat rupa kita sebentar saja, dan setelah meninggalkan cermin kita tidak lagi tahu bagaimana rupa kita saat ini. Itulah bentuk orang yang berhenti sebelum melakukan. “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” (ay 25). Semua tuntunan Tuhan itu sangatlah berharga untuk menjadi bekal dalam kehidupan kita. Maka dari itu janganlah kita hanya sekedar mendengar lalu melupakan, tapi lakukanlah dengan sungguh-sungguh, maka keberhasilan demi keberhasilan pun akan mampu kita capai.

Sebagai gambaran lain kita bisa melihat hal ini lewat Ezra. Dalam awal kisah Ezra, kita bisa melihat kepulangannya dari Babel sebagai ahli kitab dilimpahi berkat lewat raja yang memberikan segala sesuatu yang ia inginkan. Bagaimana ini bisa terjadi? Dikatakan bahwa itu semua terjadi karena tangan Tuhan, Allahnya, melindungi dia. (Ezra 1:6,9). Tangan Tuhan berkenan melindungi Ezra adalah karena Ezra memiliki komitmen kuat untuk selalu meneliti firman Tuhan. Dia tidak berhenti sampai di situ saja, tapi juga kemudian melakukannya serta mengajarkan semua itu kepada orang lain. “Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.” (ay 10). Dengan melakukan langkah-langkah inilah Ezra mendapat perlindungan langsung dari Tuhan dalam perjalanan hidupnya.

Hidup tidak mudah. Peningkatan karir akan selalu diikuti oleh peningkatan beban dan tanggungjawab. Saya gambarkan seperti ini: semakin tinggi kita naik, semakin kencang pula angin menerpa kita. Dan itu wajar. Pada satu ketika anda akan merasa bahwa tidak ada yang mudah di dunia ini, tapi di sisi lain ingatlah bahwa penyertaan Tuhan mampu membuat anda berhasil dengan sukses dalam setiap pekerjaan yang anda lakukan, bahkan yang maha berat sekalipun. Kuncinya adalah dengan memperkatakan firman, merenungkannya siang dan malam dan kemudian mengaplikasikannya secara langsung dalam kehidupan. Ketika ini anda lakukan, Tuhan akan mengulurkan tanganNya kepada anda. Berkat-berkatNya akan tercurah dan segala sesuatu yang anda lakukan akan berhasil. Kita manusia memang terbatas, namun Tuhan yang kita sembah berkuasa di atas segalanya, tidak ada apapun yang mustahil bagiNya. Itu sudah dijanjikan kepada kita. Sekarang, maukah kita mulai untuk melakukan apa yang diwajibkan kepada kita terlebih dahulu?

Membaca firman itu baik, rajin merenungkan firman akan lebih baik, dan jika disertai dengan perbuatan secara nyata, itulah yang terbaik!

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.