Percik Firman: Warisan Rohani

Ilustrasi (Casala)

Selasa, 30 Mei 2017: Novena Roh Kudus hari ke-5

Bacaan : Yoh 17:1-11

“Aku tidak ada lagi di dalam dunia…Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita” (Yoh 17:11)

Saudari/a ku ytk.,

Apa yang ingin Anda wariskan kepada anak-anak Anda kelak? Harta? Deposito? Rumah mewah? Tanah luas? Ilmu? Doa restu? Keteladanan hidup? Kasih yang tulus? Tentu jika bisa semuanya itu, baik. Tetapi jika tidak bisa, bagaimana? Jangan berkecil hati. Harta dan deposito bisa habis. Tanah bisa dijual. Ilmu akan menjadi “sangu urip” (bekal hidup) untuk mandiri. Maka penting menyekolahkan anak. Jika ini tidak bisa mengingat biaya sekolah sekarang makin mahal, kita bisa mewariskan keteladanan hidup yang baik dan doa yang tulus.

Mgr Soegijapranata pernah berpesan: “Bapak-ibu yang terhormat, didiklah anak-anakmu secara katolik dan nasional…Gemblenglah mereka dengan teladanmu, baik dengan perkataan maupun tingkah lakumu, supaya mereka itu bertabiat dan berperangai yang kukuh dan teguh” (Soegija, 1956)

Ya, keteladanan hidup dan doa yang tulus. Itu pula yang diwariskan Yesus kepada para murid-Nya. Itulah warisan rohani Yesus sebelum meninggalkan para murid. Dalam injil hari ini, Yesus berdoa dan mendoakan para murid-Nya. Ia berdoa kepada Bapa-Nya untuk kita. “Aku tidak ada lagi di dalam dunia…Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita”.

Wow…doa Yesus itu sungguh bikin hati damai, ayem… Orang senang jika diberi berkat Tuhan dan didoakan. Saya juga senang jika didoakan. Demikian pula saya juga lebih senang kalau bisa mendoakan dan menguatkan hati umat.

Kemarin ada seorang ibu yang mengirimi saya pesan via WA: “Sy saat itu stress mo..la mau chek up biasa mbek bw hasil usg kok tiba2 suruh opname dan tindakan di ruang oprasi. Untung ada romo yg menguatkan dan menenangkan..puji Tuhan”.

Sebelum tindakan operasi, beliau WA saya. Lalu saya mengajak beliau doa penyerahan. Saya juga mendoakannya dari tempat saya. Syukurlah sekarang ibu itu sudah pulang ke rumahnya.

Doa adalah suatu hubungan pribadi kita dengan Allah yang diungkapkan dalam suatu percakapan, penyerahan, pujian, syukur, permohonan, kerinduan, penyesalan, dsb. Kita masuk dalam keheningan dan berkomunikasi dengan Allah. Kita bisa mendengarkan suara Allah yang berbicara kepada kita. Yukkk, tiada jemu kita berdoa dan saling mendoakan satu sama lain…

Pergi berlibur ke kota Pamanukan
Tak lupa membeli bunga cempaka
Mari kita terus saling mendoakan
Agar kuat dalam suka dan duka.

Berkah Dalem. Salam Teplok.

Romo Yohanes Gunawan Pr Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang (KAS); Pemimpin Umum/Pemred Majalah “Salam Damai” KAS dan Kepala Campus Ministry di Unika Soegijapranata Semarang.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.