Percik Firman: Rajin dan Berani


Sabtu, 28 Oktober 2017
Pesta Santo Simon Zelot dan Santo Yudas Tadeus (rasul)
Bacaan: Lukas 6:12-19


“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul” (Luk 6:12)


Saudari/a ku ytk,.


DALAM pesannya pada tanggal 21 Desember 2005 yang berjudul “Yesus membutuhkan engkau untuk membarui masyarakat masa kini”, Paus Benediktus XVI menyampaikan ajakan yang sangat bagus dan inspiratif: “Saya mengajak engkau setiap hari untuk mencari Tuhan yang tidak menghendaki apa pun bagimu selain agar engkau benar-benar merasa bahagia. Peliharalah suatu hubungan yang intens dan tetap dengan Dia dalam doa. Dan bila mungkin, temukanlah saat-saat yang cocok dalam keseharianmu dan beradalah sendirian dalam persahabatan-Nya. Jikalau engkau tidak tahu bagaimana berdoa, mintalah Dia mengajari engkau dan mintalah Bunda Surgawimu untuk berdoa denganmu dan berdoa bagimu.”


Bacaan Injil pada pesta Santo Simon Zelot dan Santo Yudas Tadeus mengisahkan bagaimana Yesus memilih para rasul-Nya. Sebelum memilih dan memutuskan siapa saja 12 orang yang menjadi rasul-Nya, Yesus berdoa semalam-malaman kepada Allah Bapa. Berdoa itu sangat penting. Mohon bimbingan dan petunjuk dari Allah untuk hidup dan karya. Yesus telah memberikan teladan kepada kita. Kita sebagai pengikut-Nya juga diajak untuk meneladani-Nya.


Pesta Santo Simon Zelot dan Santo Yudas Tadeus ini dirayakan bersama karena keduanya sama-sama mengalami nasib sebagai martir di negeri Persia (kini: Iran). Simon dijuluki ‘Si Zelot’, yang berarti ‘yang rajin’, ‘yang bersemangat’ dalam mempelajari dan menaati Hukum Taurat. Sebutan ini juga diberikan mungkin karena ia termasuk salah seorang penganut aliran Zelot (lih. Mrk 3:18 dst), yang sangat fanatik berpegang teguh pada Taurat.


Dalam tradisi Barat yang tertera di dalam Liturgi Romawi disebutkan bahwa ia pernah mewartakan Injil di Mesir, kemudian bergabung dengan Yudas pergi ke Mesopotamia, dan dari sana mereka pergi sebagai misionaris ke negeri Persia (Iran) hingga wafat sebagai martir bersama Yudas.


Yudas disebut juga ‘Tadeus’, yang berarti ‘yang berani’. Dia adalah saudara rasul Yakobus Muda. Tradisi mengakui dia sebagai penulis Surat Yudas, yang berisi dorongan semangat dan peneguhan kepada umat Kristen yang berada dalam krisis akhlak pada masa itu. Namanya dimunculkan dalam Injil Yohanes pada waktu Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir.


Santo Yudas Tadeus dihormati Gereja sebagai pelindung bagi orang-orang yang mengemban tugas-tugas yang sulit, yang sedang berada dalam kesulitan yang hebat, kesulitan keuangan, maupun yang sakit. Maka, kita sering menjumpai ada lembaran doa litani, doa devosi, doa novena dan doa rosario dengan perantaraan Santo Yudas Tadeus.


Umat beriman mohon bantuan doanya ketika tampaknya hampir tidak ada harapan sama sekali atas persoalan mereka. Seringkali Tuhan menjawab doa-doa mereka dengan bantuan doa Santo Yudas Tadeus ini. Ini salah satu doa mohon bantuan keuangan: “Santo Yudas Tadeus, sudi tolonglah aku dalam situasi keuangan yang sulit ini. Aku mohon padamu untuk memberikan terang pada sumber-sumber yang aku butuhkan demi membantuku melunasi hutang-hutangku dan segala kewajiban pembayaran yang begitu menghimpitku. Amin.”


Rambut kotor perlu keramas
Pakailah shampo khusus
Jangan takut dan cemas
Ada Santo Yudas Tadeus.


Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Roma.


NB: Selamat memperingati Sumpah Pemuda ke-89 pada hari ini. Terbentuknya negara Indonesia tak lepas dari komitmen bersama para pendiri bangsa ini. Indonesia menjadi rumah kita bersama. Salah satu peristiwa yang pantas diwariskan kepada generasi muda saat ini adalah peristiwa Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Peristiwa ini merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yakni Indonesia.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Yohanes Gunawan Pr

Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang (KAS); tengah studi Teologi Spiritual dengan Spesialisasi Formatio Panggilan di Universitas Kepausan Gregoriana Roma.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.