Percik Firman: Pilihan Tuhan Itu Mengagetkan


Sabtu, 7 Oktober 2017
Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario
Hari Sabtu Imam
Bacaan : Lukas 10:17-24


“Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu” (Luk 10:21)


Saudari/a ku ytk.,
SAAT teman-teman Gratia Choir Unika Soegijapranata di Vatikan-Roma beberapa waktu yang lalu, saya diminta memberkati rosario-rosario yang mereka beli. Hampir setiap orang membeli lebih dari satu rosario. Bahkan ada yang membeli berpuluh-puluh rosario sebagai kenang-kenangan dan oleh-oleh untuk keluarga dan teman-temannya. Saya senang karena mereka memilih rosario sebagai oleh-oleh. Saya melihat bahwa teman-teman mahasiswa/i itu tahu betul makna rosario bagi hidup mereka sebagai orang Katolik. Tentu hal ini berkat didikan orang tua dan katekese yang pernah mereka terima selama ini, baik di gereja maupun di sekolah.


Hari ini tanggal 7 Oktober Gereja merayakan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Gereja Katedral Semarang juga menggunakan nama “Gereja Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci”. Rosario (rosa: mawar) berarti Mahkota Mawar. Bunda Maria menyatakan kepada beberapa orang bahwa setiap kali mereka mendaraskan satu Salam Maria, mereka memberinya sekuntum mawar yang indah. Dan setiap mendaraskan Rosario secara lengkap mereka memberinya sebuah mahkota mawar. Mawar adalah ratu semua bunga. Jadi Rosario adalah ratu dari semua devosi, oleh karenanya rosario adalah devosi yang penting dalam hidup beriman orang Katolik.


Pilihan Tuhan sering kali mengagetkan kita manusia. Tuhan memilih Maria gadis sederhana dari Nazareth sebagai Bunda Sang Juru Selamat. Santa Maria juga sering memilih menampakkan diri (menyampaikan pesan) kepada orang-orang kecil, sederhana, yang sering tidak dianggap. Misalnya kepada tiga bocah gembala di Fatima, kepada Suster Bernadetta di Lourdes, dsb. Hal ini sesuai dengan sabda Tuhan lewat doa Yesus dalam Injil hari ini: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.”


Peringatan Maria Ratu Rosario hari ini terkait dengan kemenangan Don Yuan dari Austria yang menjadi komandan armada gabungan Eropa dalam perang menghadapi armada Turki pada tanggal 7 Oktober 1571. Pertempuran yang dahsyat terjadi di Laut Tengah, dekat pantai Yunani (Lepanto). Paus Pius V menyerukan supaya semua orang Katolik di Eropa bersatu dan menunjuk Don Yuan yang berdevosi kuat pada Bunda Maria untuk memimpin pasukan.


Ketika tentara naik ke kapal untuk diberangkatkan ke medan perang, mereka masing-masing diberi rosario di tangan kanan, sementara tangan kiri mereka memegang senjata. Paus meminta agar seluruh penduduk Eropa berdoa rosario. Di mana-mana orang berdoa rosario selama 24 jam terus-menerus. Mukjizat terjadi di sana. Ketika pertempuran sedang berlangsung sengit, tiba-tiba angin berubah arah, sehingga menguntungkan pihak armada Katolik. Armada Turki berhasil dikalahkan. Karena kemenangan rosario ini, maka 7 Oktober ditetapkan sebagai perayaan Maria Ratu Rosario.


Rosario adalah doa yang sederhana. Bahkan doa Rosario ini sering didoakan oleh orang-orang yang sederhana: simbah-simbah (kakek-nenek), umat awam yang tidak belajar teologi, dsb. Rosario juga doa segala suasana. Bisa didoakan saat gembira, bersyukur, sedih, cemas, dsb. Juga bisa luwes didoakan di manapun.


Maka tak heran jika Mgr. Suharyo mengatakan, “Salah satu ciri doa yang baik adalah kalau doa itu membawa kita menjadi semakin sederhana di hadapan Tuhan, tidak muluk-muluk dalam kata-kata, tapi juga tidak bertele-tele dalam nalar. Dan itulah yang dapat ditemukan dalam doa Rosario. Bisa didoakan sambil berjalan di pegunungan, bisa sambil duduk di sebuah angkutan, cukup dengan menggunakan sepuluh jari tangan kita.”


Dalam doa Senakel –doa untuk para imam dan calon imam– juga selalu didoakan doa Rosario. Umat bersama Bunda Maria berdoa memohon kepada Allah agar menjaga dan melindungi para imam-Nya dan menumbuhkan benih-benih panggilan dalam diri anak dan remaja. Mengapa?


Santo Yohanes Maria Vianey, pelindung para imam, mengungkapkan, “Apakah gunanya sebuah rumah penuh emas berlimpah, jika tidak ada seorang pun yang membukakan pintunya bagimu! Imam memiliki kunci harta pusaka surgawi: imamlah yang membukakan pintunya bagimu; imam adalah pelayan Allah yang baik, penyalur harta kekayaan-Nya…Biarkan suatu paroki tanpa imam selama dua puluh tahun, maka umat akan menyembah berhala… Seorang imam bukanlah imam bagi dirinya sendiri, tetapi ia adalah imam bagi kalian.”


Pertanyaan refleksinya: Apa makna rosario bagi hidup Anda? Beranikah Anda memasang rosario di mobil Anda atau membawanya kemanapun Anda pergi? Apa yang sudah Anda lakukan untuk para pastor Anda sebagai bentuk dukungan atas panggilannya? Selamat merenungkan. Terimakasih untuk doa dan aneka perhatian Anda untuk kami para imam, calon imam, dan seminari-seminari selama ini. Selamat menikmati akhir pekan.


Ke toko beli kompor dan panci
Persiapan untuk pergi rekreasi
Santa Maria Ratu Rosario Suci
Mari saling mendoakan setiap hari.


Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Roma.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Yohanes Gunawan Pr

Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang (KAS); Pemimpin Umum/Pemred Majalah “Salam Damai” KAS dan Kepala Campus Ministry di Unika Soegijapranata Semarang.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.