Percaya pada Allah, Berbuah Berlimpah

Jumat, 27 Mei 2016
Pekan Biasa VIII
1Ptr 4:7-13; Mzm 96:10.11-12.13; Mrk 11:11-26

… Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa…

YESUS mengutuk pohon ara yang belum berbuah hingga kering seakar-akarnya meski Ia tahu bahwa memang sedang tidak musimnya. Apa artinya ini bagi kita hari ini?

Injil menyatakan kepada kita bahwa pada waktu itu Yesus lapar. Bahwa Yesus mengutuk pohon ara itu bukan suatu hukuman karena pohon itu tidak memenuhi rasa lapar-Nya.

Sesungguhnya itu adalah simbol kelaparan-Nya untuk menyelamatkan kita. Maka lapar-Nya adalah lapar rohani bukan jasmani.

Dan pohon ara melambangkan Yerusalem. Saat Yesus masuk Yerusalem, Ia menemukan penduduknya dikuasai keduniawian bahkan ketidakadilan. Seperti pohon ara itu, Yerusalem tak berbuah di hadapan Yesus. Tak ada iman di sana. Maka Yesus mengecam mereka dan lalu mengajak para murid-Nya untuk percaya kepada Allah hingga dapat memindahkan gunung.

Pesan ini juga ditujukan pada kita. Yesus memanggil kita agar percaya pada Allah hingga kita berbuah. Sadarkah kita bahwa Yesus Kristus mengharapkan kita percaya pada Allah dan berbuah?

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita menyembah Yesus Kristus kita ingin percaya kepada Allah. Kita persembahkan waktu kita untuk berdoa dan berkarya agar berbuah. Melalui doa dan adorasi kita dipenuhi semangat merasul.

Tuhan Yesus Kristus perkembangkanlah iman kami dan buatlah kami kian berbuah dan berdaya guna dalam pelayanan bagiMu. Semoga doa kami jadi sumber kekuatan dan berbuah dalam karya kasih kini dan selamanya. Amin.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.