Percaya dan Setia Kepada Tuhan


YESUS menyatakan bahwa Ia bukan berasal dari dunia ini, tapi Ia datang ke dunia untuk melaksanakan kehendak Bapa. Ia mengurbankan diri di salib untuk menyelamatkan manusia dan  siapa saja yang percaya kepadaNya akan mengalami kehidupan abadi.


Sebagai pengikut Kristus, kepercayaan kita terhadapNya hendaknya tidak berhenti di bibir saja. Melainkan harus diwujudkan ke dalam tindakan nyata, dan tercermin pada sikap hidup kita sehari-hari. Kita harus berani untuk meninggalkan zona kenyamanan, melepaskan diri dari cengkeraman lumpur dosa, bangkit dan melangkah di jalanNya meskipun menghadapi aneka hambatan dan godaan.


Perjalanan hidup memang tidak mudah, dan Tuhan pun tidak pernah menjanjikan jalanan yang rata, bebas dari kerikil, tikungan dan jurang yang dalam. Namun Ia menjanjikan penyertaanNya yang tidak berkesudahan di sepanjang hidup kita.


Pandanglah Yesus yang tersalib. Renungkan sengsara dan penderitaanNya, rasakan kasihNya yang begitu besar bagi kita. Jangan mengandalkan kemampuan sendiri, tapi senantiasalah bersekutu denganNya agar kita memperoleh kekuatan dan semangat baru dalam menjalani kehidupan ini. Setialah melangkah bersamaNya, maka kita dimampukan untuk menapaki jalan salibNya dengan penuh iman, harapan dan kasih.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.