Percaya (1)

Ayat bacaan: Yohanes 11:40
====================
“Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

Dunia yang semakin jahat membuat manusia semakin sulit percaya satu sama lain. Jangankan kepada orang yang tidak dikenal baik, virus tidak bisa percaya ini sekarang sudah menjangkiti keluarga. Istri yang tidak percaya pada suami atau sebaliknya, anak-anak pada orang tua dan sebaliknya, antar teman, famili dan sebagainya, itu hal biasa hari ini. Bukan cuma pada sesama manusia, tapi celakanya Tuhan pun saat ini turut menjadi korban. Mengaku beriman tapi susah sekali untuk percaya. Rajin ke gereja tapi hidup tetap saja cemas dan tidak mengalami Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Berdoa sih, tapi tidak merasakan apa-apa. Kalau berhadapan dengan masalah, buru-buru Tuhan yang disalahkan. Saat kita tidak mengalami mukjizat maka itu artinya Tuhan pilih kasih. Padahal tidakkah terpikir bahwa seringkali kita luput dari mengalami pengalaman-pengalaman spiritual apalagi merasakan kasih dan kemuliaan Allah bukan karena Tuhan menutup diri atau jahat melainkan karena kitalah yang tidak percaya?

Alkitab sudah berulang kali menegaskan agar kita menepis keraguan dari hati kita, Yesus berulang kali mengingatkan kita agar percaya, bahkan menegur kita yang tidak atau kurang percaya, tetapi kita masih saja sulit melangkah dengan iman, percaya kepada Tuhan dengan segenap hati, lalu lebih tertarik untuk terus membiarkan keraguan menguasai hidup kita. Logika-logika kita yang terbatas seringkali kita kedepankan, kita sibuk memandang dan menimbang beratnya masalah, lalu membatasi sendiri terjadinya kuasa-kuasa keajaiban Tuhan yang sesungguhnya justru tidak terbatas oleh apapun.

Jika anda membaca seluruh isi Alkitab, maka anda akan mendapati ribuan janji Tuhan tersebar dari awal sampai akhir. Begitu banyak janji-janjiNya yang luar biasa yang sanggup memberikan jaminan keselamatan hingga akhir, juga kehidupan yang berjalan dari satu kemenangan kepada kemenangan lain (from glory to glory) selama di dunia ini. Bukan cuma menebar janji, Alkitab juga membeberkan cara atau langkah agar semua itu bisa menjadi milik kita. Ada banyak orang yang kurang sabar, mengira bahwa seketika janji itu harus terjadi sesuai maunya mereka atau setiap kali mereka butuhkan. Mereka malas menunggu. Mereka tidak mengusahakan lewat pertumbuhan iman. Mereka membiarkan dirinya kosong tanpa asupan firman. Maka tidaklah mengherankan apabila akhirnya mereka tidak mengalami apa-apa. Kurangnya iman membuat sulit untuk percaya, dan akhirnya berdampak pada kehidupan yang berjalan tanpa adanya campur tangan Tuhan.

Mari kita mulai dengan melihat kisah Lazarus, Marta dan Maria dalam Yohanes 11:1-44. Pada saat itu Marta dan Maria berharap Yesus mau datang ketika Lazarus masih hidup dan terbaring sakit. Mereka tahu bahwa Yesus sanggup menyembuhkan. Sayangnyaiman mereka hanya sampai disitu saja. Bisa menyembuhkan but that’s it, kalau sudah meninggal ya tidak ada lagi apapun yang bisa diperbuat. Lihat apa kata Marta. “Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” (ay 21). Maria pun berpikiran sama. “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” (ay 32). Lihatlah bahwa mereka percaya, tapi sayangnya terbatas, hanya pada kesembuhan, dan bahwa Yesus akan membangkitkan orang-orang mati nanti pada akhir zaman. (ay 24). Tetapi membangkitkan orang yang sudah terlanjur meninggal? Itu sulit diterima akal. Oleh karena itulah kita kemudian mendapati seruan Yesus yang menegur rendahnya kepercayaan manusia akan kuasa Allah. “tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya.” (ay 15). Kemudian Yesus berkata kepada Marta: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (ay 25-26). Dan akhirnya Marta pun mengaku percaya.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.