Per 6 Agustus 2014, Bensin Premium tak Boleh Dijual Lagi di Jalur Tol

SPBU-di-tol-11

AKSI nyata untuk penghematan anggaran negara dan pengurangan jatah kuota BBM bersubsidi makin dibandrol oleh BPH Migas.

Mulai tanggal 6 Agustus 2014 ini, BPH Migas mengintruksikan seluruh SPBU yang ada di ruas-ruas jalur tol tidak boleh lagi menjual bensin premium.

Itu berarti, hanya ada dua opsi bagi para pengendara mobil berkonsumsi bensin premium:

  • Isi full tank sebelum memasuki jalur tol;
  • Isi pertamaks dengan konsekuensi harga jauh lebih mahal, apabila keadaan memaksa seperti kehabisan BBM di tengah ruas jalan tol.

Aturan jam penjualan solar
Selain memberlakukan ketentuan tidak boleh menjual bensin premium di ruas jalur tol, BPH Migas juga akan merealisasikan aturan pengetatan penjualan solar. (Baca: Per 1 Agustus 2014, Solar tak Tersedia Lagi di SPBU Jakarta Pusat)

Mulai tanggal 4 Agustus 2014 ini, solar hanya boleh dijual pada waktu pagi hingga sore hari; mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Namun, aturan pengetatan penjualan solar pada waktu khusus ini hanya diberlakukan secara terbatas. Yakni, masih di wilayah-wilayah tertentu saja.

Pengetatan aturan main penjualan solar dan BBM bersubsidi ini terpaksa diberlakukan, setelah pemerintah menurunkan jatah kuota BBM bersubsidi dari 48 juta kiloliter menjadi ‘hanya’ 46 juta kiloleter.

Penurunan sejumlah 2 juta kiloliter mau tak mau berdampak pada kebijakan ‘membagi’ jatah kuota yang tersedia untuk seluruh kawasan Indonesia.

 

Kredit foto: Ilustrasi (Courtesy of Energy Today)

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.