Penyusup-Penyusup Kecil yang Merusak Taman (2)

(sambungan)

Mari kita kembali kepada ilustrasi saya di awal mengenai 10 hewan yang bisa menghancurkan kebun atau taman. Kesepuluh hewan yang disebutkan seperti tupai, tikus tanah, rakun, kelinci, rusa dan rubah tergolong hewan-hewan yang secara umum tidak berbahaya. Ukurannya terbilang kecil, terlihat lucu bahkan sering digambarkan sebagai tokoh-tokoh kartun yang imut-imut, tapi kerusakan kebun yang diakibatkan kehadiran mereka bisa parah.

Menariknya, dalam kitab Kidung Agung, salah satu hewan di atas yaitu rubah dan sifatnya yang merusak dipakai sebagai peringatan bagi kita. Ayat-ayat di kitab Kidung Agung sebagian besar menggambarkan hubungan kasih antara pasangan, penuh kemesraan, harmoni dan puitis. Tapi lihatlah disaat ayat-ayat sambung menyambung dengan manis, tiba-tiba muncul ayat yang berbunyi sebagai berikut: “Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!” (Kidung Agung 2:15). Kalau kita hubungkan dengan kebiasaan rubah merusak kebun seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ayat ini mengingatkan kita akan pentingnya sesuatu yang sering luput dari perhatian kita, yaitu agar kita senantiasa mewaspadai kemungkinan masuknya penyusup-penyusup atau dosa-dosa kecil ke dalam diri kita. Rubah yang berukuran kecil akan segera lari pontang-panting jika melihat manusia. Jarang ada yang berani menyerang, kecuali hewan-hewan kecil seperti ayam atau kelinci yang bisa mereka mangsa. Tetapi seekor rubah kecil yang dianggap tidak membawa maut bagi kita bisa merusak dan merugikan.

Seperti itu pula hidup kita. Dalam hidup sehari-hari Kita mungkin cukup waspada dan bisa menghindari dosa-dosa besar. Kita bukan pembunuh, kita tidak mencuri, tapi bagaimana dengan perasaan iri hati dan dengki? Bagaimana dengan kebiasaan berbohong? Korupsi kecil-kecilan? Sikap angkuh atau sombong? Berbagai keinginan daging? Itu bisa menjadi pintu masuk bagi banyak dosa lain dengan intensitas dan jumlah yang semakin besar. Kalau terus dibiarkan bercokol dalam hati kita, itu bisa sangat merusak dan menghancurkan hidup kita. Tanpa disadari dosa kecil itu bisa menjadi pintu masuk bagi berbagai dosa selanjutnya yang berakibat fatal dan mampu menjatuhkan kita. Penyusup-penyusup ‘kecil’ ini mungkin terlihat sepele, tapi dampaknya bahkan bisa fatal dan melahirkan maut.

Firman Tuhan sudah mengingatkan kita agar terus memperhatikan agar terang yang ada jangan sampai berubah menjadi gelap. “Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.” (Matius 12:35). Artinya, kita tidak boleh mengabaikan hal-hal kecil yang bisa merusak keselamatan kita untuk menyusup dan kemudian menguasai hati, merusak kondisinya sehingga produk yang dihasilkan hati pun tidak lagi mencerminkan kebenaran dan ketetapan Tuhan. Apa yang kecil, sepele dan dianggap wajar di mata kita ternyata mampu merusak semua yang telah kita bangun dengan susah payah. Seperti hewan-hewan yang relatif tidak berbahaya dan berukuran kecil sanggup memporak-porandakan kebun, pengaruh-pengaruh buruk yang masuk karena kita lengah bisa menghancurkan hidup, masa depan dan rencana Tuhan bagi kita. Adalah penting bagi kita untuk memastikan bagaimana kondisi hati kita, mewaspadai segala hal yang masuk kesana, dan satu hal yang pasti, kita harus menjaganya dan menjadikan Kristus sebagai pemegang tahta disana. “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!” (1 Petrus 3:15).

Jika anda ingin hati anda seperti kebun yang subur dan indah, atau apabila anda punya kebun yang ditanami berbagai jenis tanaman yang bisa dikonsumsi dan menyehatkan, anda harus waspada terhadap segala hal yang bisa merusaknya. Pasang pagar kebenaran Tuhan disekelilingnya, isi dengan firman Tuhan dan rawatlah baik-baik agar firman itu bertumbuh disana. Apa yang anda anggap penting untuk dijaga saat ini? Menjaga hati dikatakan jauh lebih penting dari itu semua. Perhatikan dengan baik, rawat dan jaga. Hati merupakan sumber kehidupan dimana produk-produknya akan menentukan kemana anda selanjutnya akan melangkah.

Taman yang indah dan subur adalah taman yang dirawat dan dijaga dengan baik, demikian pula hati kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.