Penyerang Gereja dan Pembunuh Pastor di Rouen adalah “Tentara “ ISIS

Pastor sepuh di sebuah paroki kecil di St. Etienne-du-Rouvry yakni Pastor Jacques Hamel, 84, dibunuh dengan kejam oleh para penyerang yang menyerbu gereja kecil di Keuskupan Rouen. Dua suster biarawati dan dua umat katolik paroki setempat juga mengalamai luka serius dalam kondisi “atara hidup dan mati”. (Courtesy of BBC/AFP)

LAPORAN BBC baru saja merilis berita yang menyebutkan para penyerang gereja katolik di St. Etienne-du-Rouvray pada hari Selasa tanggal 27 Juli 2016 adalah para ‘tentara’ ISIS. Demikian laporan BBC mengutip sumber berita  The Amaq.

Melalui jaringan internal The Amaq, ISIS mengklaim bahwa para pelaku penyerangan yang berakhir brutal itu adalah para ‘tentara’ mereka. Serangan itu menarget para anggota koalisi yang selama ini menyerang ISIS.

The Amaq juga menyebutkan, salah satu pelaku penyerangan itu adalah seorang pemuda Perancis yang pernah berusaha masuk ke Siria pada tahun 2015 lalu, namun kemudian ‘tertambat’ di Turki dan kemudian dipaksa pulang ke negeri asalnya di Perancis oleh Pemerintah Turki.

Pada bulan Mei 2015, pemuda yang masih belum diketahui namanya ini ditangkap aparat kepolisian Perancis dan kemudian dijebloskan masuk penjara selama setahun, sebelum akhirnya bebas lenggang kangkung dari sel penjara pada tanggal 2 Maret 2016 silam.

Baca juga:   Pastor Terbunuh, Dua Suster Biarawati dan Umat Luka Parah dalam Serangan Gereja di Rouen

Dalam serangan teroris ini, pastor paroki yang sudah sepuh yakni Jacques Hamel (84) tewas dibunuh, sementara dua suster biarawati dan dua umat katolik setempat juga dilaporkan mengalami luka sangat parah dalam kondisi “antara hidup dan mati”.

Kedua penyerang yang disebut-sebut sebagai ‘tentara’ ISIS dilaporkan ditembak ditempat oleh aparat keamanan Perancis.

rouen_church_620x350Inilah gereja paroki di St. Etienne-du-Rouvray yang diserang oleh “tentara” ISIS dengan membunuh pastor paroki yang sudah sepuh, melukai dua suster biarawati dan dua umat katolik lainnya. (Ist)

Presiden Perancis Francois Hollande menyebut para penyerang itu mengaku diri memang sebagai ‘tentara’ ISIS.

Langsung pergi meninggallkan Paris menuju St. Etienne-du-Rouvray, Presiden Francois Hollande menyebut insiden terror di sebuah gereja katolik yang telah menewaskan pastor parokinya itu sebagai tindakan pengecut dan ia berkomitmen akan menumpas habis ISIS dengan segala cara.

“J’adresse aux familles des victimes ainsi qu’à l’ensemble des catholiques de France, la solidarité et la compassion de la Nation,” kata Presiden Francois Hollande di St. Etienne-du-Rouvray.

(Dengan ini saya mengucapkan duka cita kepada keluarga para korban sekaligus kepada Komunitas Katolik Perancis, terimalah rasa solidaritas dan belarasa kami atas nama Bangsa Perancis.)

Perdana Menteri Perancis Manuel Valls mengirim cuitan sebagai berikut:  “Horreur face à l’attaque barbare d’une église de Seine-Maritime. La France entière et tous les catholiques sont meurtris. Nous ferons bloc.”

(Kengerian muncul saat menghadapi serangan brutal atas sebuah gereja katolik di kawasan Seine-Maritime. Seluruh (kawasan) Perancis dan orang-orang katolik (Perancis) diserang dan kemudian dibunuh. Kami akan segera melakukan blokade (tindakan preventif terhadap aksi-aksi penyerangan)

Paus Fransiskus menyebut penyerangan dengan korban tewas dan luka-luka itu sebagai  kekerasan yang sudah dimengerti dan sarat dengan penderitaan dan kekejian.

avatar Co-founder dan chief editor Sesawi.Net; Konsultan Media & Communication di lembaga internasional mhariyadi@sesawi.net, mathias.hariyadi@gmail.com

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.