Penyamun (2)

(sambungan)

Memang benar, segala sesuatu bisa diberikan Tuhan. Tuhan bisa menyediakan itu semua, bukan hanya sekedar menyediakan tetapi menyediakannya secara berkelimpahan. Tetapi alangkah kelirunya apabila kita menjadikan itu sebagai motivasi utama kita dalam mengikutiNya. Betapa kecewanya Yesus melihat sikap dan perilaku seperti ini dari manusia yang dikasihiNya. Tidaklah heran jika Dia kecewa dan menjadi begitu marah. Lalu sebutan sarang penyamun pun kemudian hadir dari Yesus sendiri ditujukan kepada orang-orang yang hanya sibuk mencari untung kepadaNya.

Betapa kecewanya Yesus melihat sikap dan perilaku seperti ini dari manusia yang dikasihiNya. Tidaklah heran jika Dia kecewa dan menjadi begitu marah. Lalu sebutan sarang penyamun pun kemudian hadir dari Yesus sendiri ditujukan kepada orang-orang yang sibuk mencari untung kepadaNya.

Kemarahan Yesus menggambarkan dengan jelas bagaimana murka Allah turun kepada orang-orang yang bersikap seperti ini. Dalam Perjanjian Lama pun kita bisa melihat kemarahan Tuhan ketika BaitNya dijadikan sebagai sarang penyamun. “Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat semuanya, demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 7:11). Ini adalah sebuah pelanggaran berat yang membawa konsekuensi berat pula.

Lantas apa saja sebenarnya konsekuensi berat yang harus kita tanggung apabila kita berperilaku seperti penyamun? Di dalam Alkitab ada setidaknya beberapa hal yang akan ditimpakan kepada kita, yaitu:
– Tuhan akan melemparkan kita dari hadapanNya. (Yeremia 7:15)
– Murka dan kemarahanNya akan tercurah secara menyala-nyala dan tidak padam-padam. (Yeremia 7:20)
– Tuhan menjauhkan diriNya dari kita (Yehezkiel 8:6)
– Tuhan siap membalas dalam kemurkaanNya (Yehezkiel 8:18)
– Tidak lagi sayang kepada kita (Yehezkiel 8:18)
– Tidak lagi mau mendengarkan kita (Yehezkiel 8:18)
– Kemuliaan Tuhan meninggalkan kita (Yehezkiel 10:1-22)

Lihatlah bagaimana beratnya konsekuensi yang harus ditanggung apabila kita menjadi orang-orang yang mendasarkan hubungan kepada Tuhan dengan didasarkan pada tujuan untuk mencari untung semata. Kecenderungan manusia hari-hari ini adalah hanya memikirkan kehidupan di dunia ini yang sesungguhnya fana adanya, dan lupa untuk memikirkan kehidupan selanjutnya yang justru kekal sifatnya. Mari hari ini kita perhatikan benar motivasi kita ketika beribadah, ketika mencariNya dalam doa, perenungan, saat teduh maupun pujian dan penyembahan.

Yesus sudah mengasihi dan menyelamatkan kita lebih dulu ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Kita seharusnya sudah menjadi ciptaan baru dan hidup di alam kemerdekaan, terlepas dari dosa dan kecemaran serta bisa menerima anugerah keselamatan yang berasal dari Tuhan. Artinya kita seharusnya jangan lagi hidup di sarang penyamun apalagi kalau sampai berlaku sama seperti itu. Hari ini juga, mari miliki motivasi yang benar dalam membangun hubungan denganNya. Bukan karena berharap untung rugi seolah berdagang tapi karena kita mencintaiNya sebagaimana Dia mengasihi kita.

Jangan jadi penyamun, tapi jadilah anak-anak terang yang hidup di bawah kasih karunia Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.