Pengikraran Kaul Hidup Bakti Bruder-Bruder Karitas

Pada hari Selasa 3 Juli 2012 pukul 10.00 di Aula SLB/C Karya Bhakti – Boro Wetan – Purworejo Kedu dilaksanakan Perayaan Ekaristi pengikraran kaul-kaul hidup bakti Bruder-bruder Karitas.

Br. Polykarpus FC (OMK kelahiran Pulau Nias dan dibesarkan di Padang – Sumatra Barat) mengikrarkan kaul kekal dalam Kongregasi Bruder Karitas dan 5 bruder yunior mengikrarkan pembaharuan kaul sementara Br. Lukas FC merayakan pesta perak hidup bakti sebagai Bruder Karitas.

 

Perayaan dipimpin oleh Romo Miranto MSC, pastor Paroki Purworejo. Dalam kotbahnya, Romo Miranto bersharing tentang panggilan hidupnya sebagai seorang imam. Sewaktu Romo Miranto berkarya sebagai imam MSC di Maluku, ia menjadi pastor paroki, sekaligus sebagai pengurus yayasan, pengurus sekolah dan asrama, sehingga perlu memikirkan banyak hal, sampai usaha memelihara sapi untuk income dan hidup para guru dan anak-anak asrama. Juga urusan pembangunan rumah-rumah asrama dan bangunan sekolah harus diurusnya sampai ia merasa bahwa lebih baik ia menjadi bruder saja, terlebih memang di parokinya di Maluku tidak ada Bruder dan Suster yang berkarya di sana.  Setelah Romo Miranto berkarya di Purworejo, ia merasa sepertinya semua tugas yang ia kerjakan semuanya di Maluku itu sekarang dalam kesatuan dikerjakan juga oleh Pastor Paroki, para Bruder dan Suster. Inilah konsep pastoran paroki yang integral.

Secara khusus, Romo Miranto menegaskan, bahwa karya para bruder Karitas bagi para penderita sakit jiwa dan juga bagi yang difabel, ini menjadi inspirasi tersendiri bagi beliau. Dengan jujur beliau mengatakan merasa ‘takut’ bila masuk di Panti Sahabat Kita (tempat pendampingan bagi para penderita sakit jiwa kronis) yang berseberangan tempatnya dengan pastoran/Gereja Paroki Purworejo. Memang, orang sakit jiwa karena halusinasi bisa tiba-tiba berubah dan memukul yang mendampinginya (sudah semua bruder dan juga para pendamping lainnya pernah secara tiba-tiba kena serang). Namun demikian seperti kita ketahui, orang sakit jiwa itu bebas hukum, meski ia memukul tak bisa diperkarakan ke polisi/pengadilan. Inilah karya pelayanan yang khas bagi para terpanggil hidup bakti.

Jumlah bruder dari semua kongregasi seluruh indonesia saat ini kurang lebih  800 orang. Jumlah ini memang pada akhirnya menggerakan kesadaran bahwa diperlukan adanya gerakan umat untuk semakin menyemai panggilan bruder di dalam Gereja Katolik Indonesia.

Dalam tantangan karya pelayanan para bruder tersebut toh ternyata masih ada kaum muda yang terpanggil.  Kiranya kaum muda katolik perlu dalam iman kepada Yesus, berani membaktikan hidupnya sebagai penghayatan dan perwujudan ajaran-ajaran Yesus.

Semoga Umat Allah di manapun menumbuh-kembangkan panggilan hidup bakti.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.