Pengampunan Itu Lebih dari Sekadar Kata-Kata

United States v Brazil - Men's Exhibition Game

Sabtu, 7 Maret 2015
Pekan Prapaskah II,

Mikha 7:14-15,18-20; Mazmur 103:1-4,9-12; Lukas 15:1-3,11-32

.. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihat dia, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayah itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia…

KISAH  tentang anak yang hilang membuat kita mengenal bahwa Allah tak pernah menyembunyikan DiriNya bagi kita, bahkan setelah dosa-dosa yang kita lakukan. Kita juga belajar untuk dapat mengasihi sesama yang bertobat dan kita boleh mengampuninya dari lubuk hati kita.

Menarik memerhatikan sikap sang ayah terhadap anaknya yang hilang. Ia mengampuni bukan dengan banyak kata. Pengampunan tak butuh kata-kata melainkan tindakan nyata.

Tindakan ayah itu jauh lebih lantang mewartakan pengampunannya daripada kata-katanya. Ia tak hanya tergerak oleh belas kasihan, lalu berlari menyambut anaknya yang hilang dengan rangkulan dan ciuman. Ia berikan padanya jubah terbaik, cincin, dan sepatu. Bahkan, ia adakah pesta perjamuan dengan menyembelih anak lembu tambun.

Semua itu melambangkan kehidupan baru yang murni, layak dan penuh sukacita berkat pengampunan. Itulah gambaran hidup baru setiap orang yang kembali kepada Allah yang berbelas kasih.

Dalam perumpamaan ini kita menemukan Yesus Kristus yang memberikan kepada kita gambaran tentang Allah dan seperti apakah Allah itu. Allah sungguh lebih baik dari kita. Ia tidak kehilangan pengharapan atau menyerah saat kita tersesat dalam dosa kita. Ia bersukacita menemukan kita, orang berdosa yang hilang dan kembali pulang dalam ribaan kasih-Nya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menemukan Allah yang berbelas kasih itu dalam Yesus Kristus yang kita sembah. Di sana kita menemukan sukacita pertobatan dan pemulihan persahabatan kita sebagai anak-anak Bapa Surgawi. Kita pun lalu berlajar pula untuk saling mengampuni bukan dengan kata-kata melainkan dalam tindakan karya nyata kita.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tidak pernah meragukan kasih-Mu yang Kau limpahkan secara cuma-cuma dalam hidup kami. Penuhilah kami dengan kasih-Mu yang penuh daya ubah sehingga kami pun boleh saling berbelas kasih satu sama lain kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Obama dan kedua putrinya14

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.