Penerimaan Beasiswa ‘The Indonesian Presidential Scholarship’ Dibuka Kembali

beasiswa 2

DEMI menjadikan  Indonesia sebagai negara dengan perekonomian yang kuat, kesejahteraan merata, politik-keamanan yang stabil serta berperan penting di kancah internasional, pemerintah membuka kembali kesempatan penerimaan program Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI) atau The Indonesian Presidential Scholarship (IPS).

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangununan Prof. Firmanah, Ph.D. mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkeinginan pada tahun 2045, atau bahkan lebih cepat dari itu, Indonesia bisa menjadi negara maju dan disegani di tingkat internasiona. Ia menyebutkan, selama 10 tahun menjabat sebagai Presiden RI, SBY melihat arti penting dari sumber daya manusia.

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu, Presiden SBY yakin bahwa pemimpin masa depan harus dipersiapkan dan secara aktif dibentuk dalam bidang dan profesi apapun

“Oleh karena itu, Presiden SBY mengajak generasi muda penerus bangsa untuk meningkatkan potensi diri dengan melanjutkan pendidikan Strata 2 (S2) dan Strata 3 (S3) di universitas-universitas terbaik di dunia,” kata Firmanzah kepada wartawan di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Sabtu (2/8/2014) siang seperti dikutip dari lama sekretaris kabinet RI.

Firmanzah menjelaskan, peluang mendapatkan beasiswa ini terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI).  Ia menambahkan, program BPRI gelombang pertama telah menerima 100 orang peserta.

Saat ini, menurut Firmanzah, kesempatan untuk mendapatkan BPRI kembali dibuka. Pendaftaran gelombang kedua dilaksanakan sampai 17 Agustus 2014. Bagi mahasiwa-mahasiswi berprestasi Indonesia yang berminat dapat mengajukan aplikasi.

Persyaratan umum yang harus dipenuhi para pendaftar antara lain:
1. Warga Negara Indonesia
2. Memiliki riwayat kepemimpinan dan prestasi di bidangnya masing-masing
3. Mendapatkan rekomendasi dari tokoh/pakar di bidangnya atau pimpinan di unit kerjanya
4. Membuat esai tentang rencana karier dan pengabdian pasca studi
5. Mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari kampus yang direferensikan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, atau memiliki kecakapan akademis (IPK) dan kemampuan bahasa asing yang baik (TOEFL, IELTS, dsb)
6. Usia maksimal 40 tahun untuk pendidikan S2 dan 45 tahun untuk pendidikan S3.

“Informasi selengkapnya mengenai prosedur lamaran untuk mengikuti seleksi program BPRI dapat dilihat di www.lpdp.depkeu.go.id,” kata Firmanzah.

Presiden Ikut Seleksi

Dalam kesempatan itu Prof. Firmanzah menjelaskan, IPS (BPRI) dirancang untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan. Kriteria penting adalah sejauhmana para kandidat mampu menunjukan kontribusi nyata selama ini di masyarakat.

Ia menyebutkan, dalam penerimaan BPRI ini Presiden akan terlibat dalam seleksi akhir. Namun, meski diinisiasikan oleh Presiden SBY, diharapkan BPRI akan terus dilanjutkan oleh para pemimpin Indonesia mendatang.

“Presiden SBY mengharapkan sekembalinya para penerima BPRI ke Indonesia, mereka dapat menjadi motor perubahan menjadi lebih baik,” ujar Firmanzah.

Menurut Firmanzah, Presiden juga ingin di masa mendatang, Indonesia dapat bersanding dengan negara-negara maju di dunia seperti Cina, Jepang, Amerika dan lain-lain, dan menjadi negara maju yang dipandang di dunia internasional.

“Kita ingin di 2045 atau di 100 tahun Idonesia merdeka kita jadi negara maju di dunia internasional. Tapi tentu kita ingin lebih cepat dari 2045 untuk bisa bersaing dengan negara maju,” ujarnya.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.