Pemberdayaan Ekonomi di Nenuk, NTT: Pepaya Jadikan Sejahtera

KETIKA banyak orang memilih untuk bekerja di luar negeri, Martinus Bobe justru memilih bekerja di negeri sendiri. Ketika sebagian orang memilih untuk bekerja di luar daerah, justru mereka memilih bekerja di daerahnya  sendiri. Ketika sebagian orang memilih untuk tinggalkan keluarga, menjadi TKI/TKW, bekerja di tanah rantau, justru mereka memilih hidup bersama kelarga dan bekerja kampung sendiri.

Bagi Martinus bukan soal harus kerja di luar negeri atau di luar daerah, tetapi soalnya adalah apakah ada kemauan dan komitmen untuk bekerja atau tidak?

“Saya lebih memilih bekerja di sini, meski dengan gaji sedikit, tidak apa-apa, yang penting bisa bersama keluarga, sebab sering kali muncul masalah jika kita tinggalkan keluarga. Kalau kita kerja jauh-jauh, sampai di sana kita tidak kerja juga sama saja. Tambah lagi kalau kita bekerja di luar negri sering ada banyak masalah, masalah gaji, masalah kesehatan, masalah pada perkawinan, masalah keluarga,” demikian kata Martinus.

Menjadikan subur

Bersama kedua rekannya yakni Paulus Seran dan Petrus Seran, serta pengelola utama Br. Elfrid Kobesi SVD, mereka berhasil menyulap tanah yang gersang dan tandus menjadi lahan perkebunan pepaya yang subur dan cukup menjanjikan.

Lahan perkebunan seluas 4 hektar milik misi SVD Nenuk, ditanami dengan ribuan pohon pepaya California, pisang, kakao yang siap panen. Mereka sukses mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif, mengubah lahan kering (gersang dan tandus) menjadi lahan basah (subur dan bernilai ekonomis) yang bernilai ekonomis yang cukup tinggi. Dengannya bisa menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.

“Sekarang kami menikmati hasilnya. Sekitar 40-an juta sudah ada di rekening dari hasil penjulan pepaya. Penghasilan kami rata-rata 8-10 juta perbulan. Hampir setiap hari ada yang datang beli pepaya di sini dan kami jual dengan perhitungannya perkilo Rp10.000,” katanya.

Berdasarkan pantauan penulis, Kamis 13 Oktober 2016, ditemukan bahwa budidaya pepaya California, cukup membantu mendongkrak perekonomian keluarga. Hal ini menepis opini sebagaian masyarakat kecil bahwa orang tidak harus kerja di luar neegri atau orang tidak harus bekerja di luar daerah. Tidak harus menjadi TKI/TKW, kita bisa menghasilkan uang di tanah sendiri, kita bisa menghasilkan rupiah di daerah sendiri, asalkan kita mau bekerja.

atambua-ekonomi-1Lebih makmur dan sejahtera dengan bekerja di daerah sendiri daripada pergi ke LN hanya menjadi tenaga kontrak di LN. (Ist)

Kebun pepaya California milik misi SVD Nenuk di Halikelen, Naikasa, Belu,  NTT ini, bisa menjadi perkebunan contoh bagi masyarakat luas yang hendak memanfaatkan lahan atau perkebunannya sebagai perkebunan pepaya. Masyarakat bisa belajar salah satu cara tepat untuk mendongkrak ekonomi keluarga.

Pastor diosesan (praja) Keuskupan Atambua; sekarang bertugas pastoral di Paroki Katedral St. Maria Immaculata Atambua, Timor, NTT.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.