Pelita Hati:18.10.2017 – Tak Berhenti Mewartakan Kebaikan


Bacaan Lukas 10:1-9


Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. (Luk.10:3-6)


PENGUTUSAN keduabelas murid oleh Yesus disertai dengan nasehat dan peringatan.


Pertama-tama, para murid diutus seperti domba di tengah-tengah serigala. Domba melambangkan kelembutan dan ketidakberdayaan. Harus tetap memegang teguh amanat2 perutusan dengan kelembutan hati walau harus berhadapan dengan kerasnya tantangan hidup.


Kemudian tak boleh memberi salam dalam perjalanan. Bukan memupuk sikap sombong, tetapi agar fokus pada tujuan utama perutusan. Maklumlah memberi salam dalam tradisi Yahudi tidak cukup satu-dua menit tetapi bisa memakan waktu yang lama.


Akhirnya Tuhan mengajarkan agar selalu membawa damai-sejahtera, kalopun takditerima berkahnya akan kembali kepada kita. Tak ada kata sia-sia untuk sebuah perbuatan baik, inilah pesan pokoknya. Maka jangan berhenti apalagi putus asa. Kebaikan harus diwartakan.


Jalan pagi mengitari taman,
udara segar sehat di badan.
Selamat pagi sahabat-sahabat iman,
jangan berhenti wartakan kebaikan.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: