Pelita Hati: 31.12.2017 – Penghujung Tahun yang Kudus

Bacaan Lukas 2:22-40

Dan  ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. (Luk 2:22.39-40)

ISTIMEWA, di penghujung tahun 2017 ini alias hari terakhir di tahun ini, kita merayakan Hari Keluarga Kudus. Kesempatan yang istimewa untuk melihat kembali peziarahan iman keluarga kita selama tahun 2017 ini. Pasti ada suka-duka, namun saya percaya ada sederet rahmat dan karunia yang diterima. Terpenting, jika berkaca pada keluarga Nazareth, kekudusannya bukan karena terbebas dari kesulitan, tantangan dan derita. Justru Maria dan Yosef kenyang dengan beragam tantangan dan kesulitan sejak sebelum kelahiran Tuhan. Namun mereka tidak putus asa apalagi menyerah. Kekudusan keluarga Nazareth ditentukan oleh ketaatan dan kesetiaan mereka dalam menghayati panggilan dan perutusannya menjadi ibu Tuhan.

Semoga semangat yang sama selalu tumbuh dalam keluarga kita, tak boleh putus asa apalagi menyerah jika  keluarga selalu bersanding dengan ragam masalah. Yang dibutuhkan adalah keteguhan dan kesetiaan hati untuk memegang janji, setia hingga di ujung waktu nanti. Memuncaki pelita hati hari ini, ijinkan saya mengutip pesan keutamaan tentang keluarga dari Bapa Suci Paus Fransiskus:

Tidak ada keluarga yang sempurna.
Kita tidak punya orang tua yang sempurna,
kita tidak sempurna,
tidak menikah dgn orang yg sempurna,
kita juga tidak memiliki anak yang sempurna.
TETAPI….
Pengampunan membawa sukacita,
sedangkan kesedihan membuat hati luka.
Dan pengampunan membawa penyembuhan,
sedangkan rasa sakit menyebabkan penyakit.

Selamat tinggal 2017, selamat datang 2018. Semoga keluarga Anda selalu berlimpah berkah anugerah-Nya.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: