Pelita Hati: 30.11.2017 – Meninggalkan Jala

Bacaan Matius 4:18-22

Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. (Mat.4:18-20)

SATU hal yang dapat kita teladani dari kisah panggilan murid yang pertama adalah kesiapsediaan mereka untuk mengikuti Yesus dan segera meninggalkan jala atau meninggalkan pekerjaannya. Demi menanggapi dan mengikuti panggilan Tuhan, mereka segera meninggalkan kesibukannya. Mereka tak perlu lagi mempertimbangkan aktivitas rutinnya, demi Sang Tuhan.

Kita pun lalu ingat akan kisah panggilan Bapa Abraham di masa lampau. Tanpa berpikir panjang, karena  ketaatannya kepada Yahwe,  Abrahan segera meninggalkan kampung halamannya dan mengikuti perintah Tuhan. Ia tak mempertimbangkan lagi usianya, pekerjaan dan kampung halaman yang ditinggalkannya. Ia juga tak banyak bertanya tentang bagaimana kehidupan nantinya. Yang ia pikirkan adalah mengikuti kehendak-Nya.

Inilah sejatinya inti pokok dari beriman, yaitu percaya sepenuhnya pada penyelenggaraan Tuhan. Yang dibutuhkan dari kita adalah kesanggupan dan kesediaan kita untuk mengikuti-Nya, selanjutnya Tuhan yang akan mengatur.

Jika pergi ke Jakarta,
jangan lupa berkabar berita.
Tuhan tak menuntut kemampuan kita,
tetapi kesanggupan kita.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.