Pelita Hati: 29.11.2017 – Jangan Menyerah

Bacaan Lukas 21:12-19

Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.” (Luk. 21:12.14-15.19)

PENDERITAAN dan penganiayaan merupakan cerita nyata yang tersurat dalam sejarah gereja di masa lampau. Benarlah sabda Tuhan hari ini bahwa di dalam penganiayaan dan penderitaan, bisa menjadi kesempatan orang beriman untuk bersaksi, tentu jika orang dengan setia bertahan. Itulah yang dilakukan oleh para martir di zaman dahulu. Walau mereka harus mengalami siksaan yang berujung pada kematian mereka tetap bertahan hingga pada akhirnya. Ada beragam cerita dan  cara: dibakar, dipenggal kepalanya, dilempari batu, dijadikan mangsa binatang buas, dll. Memang para martir kehilangan nyawa tetapi sejatinya memperoleh hidup, yaitu hidup abadi, hidup mulia. Bukankah itulah tujuan akhir dari peziarahan manusia?

Semoga pelita sabda kita hari ini mendorong kita untuk lebih berani bersaksi di tengah himpitan kesulitan dan tantangan. Jangan menyerah.

Setangkai mawar merah,
kuncupnya mekar indah merekah.
Tak boleh kita menyerah,
tekun bertahan sambil berpasrah.

Dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.