Pelita Hati: 29.10.2017 – Mengasihi Dengan Segenap Hati


Bacaan Matius 22:36-40


Guru,  hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan denga segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat.22:36-40)


TUHAN sedang mengajarkan Hukum Kasih atau Hukum yang Terutama, yaitu mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Inilah dua matra kehidupan bagi orang beriman.


Mengasihi Allah dan mengasihi sesama tak terpisahkan dan saling mengandaikan. Bohonglah jika kita mengaku mengasihi Allah namun kita membenci atau bahkan memusuhi sesama. Ingatlah warta sabda dalam surat Yohanes ini: “Jikalau seorang berkata: ‘Aku mengasihi Allah,’ dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. (1 Yoh 4:20).


Allah itu tidak abstrak tetapi sungguh konkrit dan nyata, yakni dalam diri sesama, terutama yang menderita. Ketika kita mengasihi sesama kita, apalagi yang menderita dan hina dina, sejatinya kita sedang mengasihi Tuhan (bdk.Mat 25:40). Sudahkan Anda mengasihi Allah dengan segenap hati?


Kupu-kupu terbang di taman,
taman indah bunga melati.
Ajarilah kami ya Tuhan,
mengasihi dengan segenap hati.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.