Pelita Hati: 28.10.2017 – Bukan Karena Hebatku


Bacaan Lukas 6:12-16


Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.


TIGA bulan sebelum pentahbisan imam  (22th yang lalu), saya menghadap romo pembimbing rohani berniat mengajukan penundaan untuk membuat lamaran pentahbisan kepada Bapa Uskup. Alasannya, saya merasa masih  terlalu muda (belum genap 27th) dan merasa  belum siap serta belum pantas  menjadi imam. Mulailah sederet nasehat kuterima dari Romo Pembimbing Rohani.


Sampai kapan pun kita takkan pernah merasa pantas dan layak, bahkan bagi seorang calon uskup sekalipun. Yang dibutuhkan dari kita adalah kesanggupan dan kesediaan kita. Akhirnya di bulan Juli 1995 aku pun menyatakan sanggup menerima tahbisan suci.


Begitulah kurang lebih inti dari kisah panggilan ke-12 rasul ini. Mereka dipilih bukan karena pantas, layak atau pun cakap. Tuhan memilih seturut kehendak-Nya yang kadang tidak kita ketahui alasannya.  Di balik kisah ini Tuhan mengajarkan bahwa bukan kemampuan manusia yang diutamakan tetapi kesanggupan kita untuk dijadikan alat-Nya dalam karya kasih-Nya. Tuhan akan memperlengkapi manusia dengan karunia Roh-Nya. Apa pun tugas dan panggilan kita, kita harus percaya pada penyertaan Roh-Nya. Dialah andalan kita.


Buah Matoa dan buah duku,
sama-sama manis rasanya.
Bukan karna kuat dan hebatku,
semua karena daya Roh-Nya,


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: