Pelita Hati: 27.11.2017 – Memberi dari Kekurangannya

Bacaan Lukas 21:1-4

Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.

KISAH janda miskin yang memberi dari kekurangannya ini merupakan perlajaran berharga tentang makna sebuah pemberian. Yesus tidak terkesan melihat persembahan orang kaya, karena mereka memberikan dari kelebihannya: itu sudah wajar dan layak, sebab kekayaan dunia harus diratakan kepada semua hingga yang berkekurangan dapat merasakan hidup yang wajar. Sebaliknya Tuhan terkesan oleh pemberian janda miskin yang memberikan derma dari kekurangannya. Ini merupakan gambaran nyata bahwa “memberi” itu pertama-tama soal kehendak. Kehendak untuk memberi itu mengesampingkan kekurangan diri sendiri dan mendorong orang berani berbagi.

Semoga semangat janda miskin sungguh terpatri dalam hati, bahwa kehendak untuk memberi tidak tergantung pada apakah kita telah berkelebihan dan berkecukupan. Entah berkekurangan atau berkelebihan, kita hendaknya mau berbagi yang kita miliki, untuk Tuhan dan sesama kita. Dan inilah yang akan menggembirakan Tuhan.

Mentari pagi berseri-seri,
memancarkan sinar keindahan.
semakin banyak kita memberi,
Hidup akan berkelimpahan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.