Pelita Hati: 26.08.2017 – Tak Mencari Pujian


Bacaan Matius 23:1-12


MAKA berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Mat. 23:1-3.11-12)


Orang-orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat sangat demen mencari pujian dan duduk di tempat-terhormat. Di balik hidup kesalehannya ternyata ada motivasi tersembunyi alias penghormatan diri. Sejumlah kekurangan dan tabiat buruk orang-orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat dipaparkan oleh Yesus kepada para murid dimaksudkan agar tidak mengikuti jalan dan jalur orang-orang munafik itu. Tuhan amat cinta dengan orang yang hidup dalam kerendahan hati karena surga tersedia bagi mereka-mereka ini. Marilah kita berusaha untuk menjadi rendah hati agar hidup kita berkenan di hati Tuhan. Ingatlah nasehat ini:  pintu surga itu amat rendah, hanya orang yang rendah hati yang dapat melewati pintu itu. Semoga kita salah satu di antaranya.


Entah hidup entah mati,
kita ini milik Tuhan.
Jika tulus dan rendah hati,
sudah pasti Tuhan berkenan.


dari Papua dengan cinta
Berkah Dalem rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: