Pelita Hati: 25.10.2017 – Menjadi Setia


Bacaan Lukas 12:39-48  


Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” (Luk.12:39-40.43.48b)


TUHAN sedang mengajarkan tentang siap sedia dan dan berjaga dengan setia. Setia berarti menjalani hidup sesuai dengan tanggungjawabnya. Tuhan menggambarkan seperti seorang hamba yang menjalankan tugas dengan setia. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.(ay.43). Yang berbahagia adalah yang hidup tekun dan setia.


Setiap dari kita memiliki panggilan, tugas dan tanggungjawab masing-masing. Namun kita memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama, yaitu memperjuangkan iman dan mewartakan kabar kebaikan melalui panggilan hidup kita masing-masing. Harapannya, ketika Sang Tuan Agung kita datang, kita pun sedang menjalankan kebaikan itu.


Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing: apakah kita telah dan sedang menjalankan panggilan kita seperti hamba yang didapatinya setia? Kita mohon kepada Tuhan agar mampu setia.


Dahulu loyang sekarang panci,
dahulu sayang sekarang benci.
Saudaraku mari tetapkan hati,
tetap setia hingga akhir nanti.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: