Pelita Hati: 25.08.2017 – Hukum Kasih

Bacaan Matius 22:34-40 

GURU, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat.22:36-40)

Hukum kasih adalah hukum utama dan paling utama dalam kekristenan. Identitas murid-murid Kristus adalah hidup di dalam kasih ittu: kepada Allah dan kepada sesama yang tak terpisahkan dan tak boleh saling berlawanan.  Kasih kepada Allah harus mewujud dalam hidup dan menyata pada sesama. Menghayati ajaran kasih bukanlah sesuatu yang abstrak tetap real dan nyata. Penulis Surat Yohanes melukiskannya dengan amat indah: Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. (1 Yoh 4:20). Bagaimanakah dengan Anda?

Cendrawasih si burung indah,
di tanah Papua pulau Irian.
Berbuat kasih itu ibadah,
niscaya hidup makin berkenan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem mois

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: