Pelita Hati: 24.11.2017 – Bait Hati yang Suci

Posted on

Bacaan Lukas 19:45-48

Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”  Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan  Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

BAIT Suci Yerusalem adalah rumah kudus kediaman Tuhan, pusat ibadah suci orang-orang Israel pada waktu itu. Selangkah lebih maju, Rasul Paulus mengartikan tubuh kita adalah bait roh Kudus, tempat bersemayam roh kudus yang menyucikan hati kita. Karenanya sudah semestinya kita pun menjaga hati agar tetap suci, tidak dicemari oleh keinginan dan pikiran-pikiran negatif apalagi fitnah kepada sesama. Ketika hati kita penuh dengan dendam kesumat sejatinya kita sedang dikuasai oleh roh jahat. Ketika kata-kata kasar yang selalu terlontar, sejatinya kita sedang menjadikan hati kita sebagai ‘pasar’ mengotori hati dan jiwa kita. Kita sedang menjadikan hati sebagai tempat atau sarang penyamun.

Mari kita menjaga hati agar roh kebaikan, roh kedamaian  singgah dan bersemayam dalam hati.

Bila hati kita bersih,
pikiran pun jadi jernih.
Bila hidup penuh kasih,
damai hati pun diraih.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.