Pelita Hati: 24.04.2018 – Menjadi Domba yang Baik


Bacaan Yohanes 10:27-30


Domba-dombaku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:27-30)


Sahabat-sahabat terkasih,


PELITA sabda hari ini mengisahkan tentang orang-orang Yahudi yang menolak Yesus. Apa pasal? Mereka menuntut pernyataan tegas dan pengakuan Yesus, apakah Ia sungguh-sungguh Mesias yang dinantikan. Mereka mulai gerah dan kecewa terhadap Yesus karena tak pernah menjawab dengan jelas siapakah diri-Nya. Puncak dari kemarahan orang Yahudi adalah ketika Yesus berkata “Aku dan Bapa adalah satu”. Mereka menilai Yesus telah menghojat dan merendahkan Allah karena menyamakan diri-Nya dengan Allah. Dan dengan alasan inilah nantinya orang-orang Yahudi membawa Yesus pengadilan yang berujung pada penyaliban. Mereka tak bisa menangkap bahwa sejatinya yang Tuhan maksudkan adalah apa yang Ia lakukan sama dengan yang dilakukan Bapa. Yang Yesus lakukan tak lain kecuali memberikan cinta seutuhnya kepada manusia seperti Bapa yang tak pernah menghentikan cinta-Nya. Semua yang dilakukan Yesus adalah karya kasih yang diperuntukkan bagi manusia dan dunia. Ini yang tak dimengerti oleh orang-orang Yahudi. Yesus adalah gembala agung kita. Semoga kita dapat menjadi domba-domba yang baik, yang setia dan tak pernah menjauh dari-Nya.


Pergi ke Bogor kota hujan,
singgah Bandung kota Periangan.
Hati kan damai dan nyaman,
hidup dalam bimbingan Tuhan.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr


Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.


Sumber: Sesawi

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.