Pelita Hati: 23.11.2017 – Dominus Flevit

Bacaan Lukas 19:41-44

Dan  ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

JIKA kita berziarah ke kota Suci Yerusalem, kita akan menjumpai kapel mungil bernama Dominus Flevit, atau Tuhan menangis. Dari tempat ini kita bisa melihat dan memandangi kota suci (kota lama) Yerusalem serta bangunan Masjid ‘Al Aqsa’ yang semula adalah bangunan bait suci Yerusalem. Konon, dari tempat inilah Yesus memandangi kota Yerusalem sambil menangis, sebagaimana terlukis dalam pelita sabda hari ini. Tuhan meratapi kota Yerusalem dan menubuatkan akan hancurnya bait suci serta tembok-temboknya dikepung musuh karena mereka tidak bertobat dan bahkan menolak kedatangan-Nya sebagai Mesias.

Semoga Tuhan tidak menangis untuk kedua kalinya dan menangisi kita yang kurang setia dan tak mengindahkan sabda serta ajaran kasih-Nya. Semoga pelita hati dan pelita sabda keutamaan Tuhan yang kita terima setiap hari dapat membantu kita untuk menjadi peribadi yang percaya dan setiap menjalankan ajaran kasih-Nya.

Ikan nila ikan gurami,
ikan air tawar kesukaan kami.
Ya Tuhan sudilah ampuni,
atas dosa dan salah kami.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.