Pelita Hati: 23.08.2017 – Maha Murah Hati Tuhan


Matius 20:1-16


TETAPI tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?


Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.” (Mat.20:13-16)


Sepintas Tuhan bertindak tidak adil, karena yang bekerja hanya beberapa jam mendapat upah sama dengan yang bekerja sehari.  Tetapi sejatinya tidak ada yang salah dan tak ada yang dilanggar dalam perjanjian-Nya. Yang Tuhan lakukan adalah Ia menyatakan kemurahan hati-Nya. Kecenderungan kita adalah mengukur keadilan dari perhitungan manusiawi (sama rata sama rasa).  Kemurahan hati Tuhan mengatasi pertimbangan-pertimbangan manusiawi itu. Coba renungkan: bukankah Allah sungguh murah hati karena tetap memberikan nafas hidup, kesehatan dan rejeki kepada kita walau kadang kita kurang setia kepada-Nya? Bukankah Allah sungguh maha murah karena di pagi ini kita diberi kesegaran hidup walau tadi malam kita lupa berdoa dan bersyukur kepada-Nya? Marilah kita mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan karena Ia maha murah hati.


Si ‘Burung Besi’ terbang mengangkasa,
membelah langit menerobos mega.
Tuhan kita sungguh luar biasa,
kasih-Nya agung takterhingga.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: