Pelita Hati: 18.11.2017 – Tak Mengulur Kebaikan

Bacaan Lukas 18:1-8

Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (Luk 18:3-7)

WARTA pelita sabda hari ini menegaskan bahwa perlunya ketekunan (siang-malam) untuk berseru kepada Tuhan. Tuhan bukanlah Allah yang kikir dan mengulur-ulur waktu. Dia Allah pemurah dan maha murah hati, jauh melebihi kebaikan siapa pun. Namun Tuhan perlu memastikan kesungguhan, keseriusan dan ketekunan kita dalam memohon dan menjalani kehidupan. Itu sebabnya mengapa kita perlu menjalani rutinitas doa. Ritme doa harian yang kita jalankan memastikan bahwa hidup manusia bergantung pada Sang Pencipta dan Pemilik hidup.

Semoga warta pelita sabda hari ini semakin meneguhkan kita untuk semakin bertekun di dalam Tuhan sambil percaya bahwa Dia tak mengulur-ulur kebaikan-Nya.

Jika kita menjaga kebersihan,
lingkungan menjadi nyaman.
Mampukan kami ya Tuhan,
tekun dan setia dalam beriman.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.