Pelita Hati: 17.11.2017 – Kehilangan Nyawa


Bacaan Lukas 17:26-37


Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. (Luk 17:33)


BAGAIMANA memastikan bahwa yang kehilangan nyawa justru menyelamatkannya? Kiranya kita perlu belajar dari kisah para martir. Justru karena mereka kehilangan hidup (dibunuh karena bersaksi dan membela iman), mereka menemukan hidup mulia di hadapan Tuhan. Karenanya, orang yang takut sakit, takut tantangan dan kesulitan akan kehilangan hidup yang lebih bernilai, berbobot dan berkualitas. Ia menjadi cengeng dan tidak tahan banting. Sebaliknya, orang yang berani berjuang, rela berkorban serta berani hadapi tantangan dan kesulitan akan memiliki pribadi yang berkualitas serta berkenan di mata Tuhan.


Bingkai dari permenungan ini adalah bahwa hidup kita tidak hanya berhenti di dunia ini tetapi berlanjut setelah kita meninggalkan dunia fana ini. Di sanalah kualitas kehidupan kita dipertaruhkan. Marilah berusaha menjadi pribadi yang berkenan di hadapan Tuhan, yaitu pribadi yang siap berjuang dan berkorban demi iman dan demi Tuhan agar kita diselamatkan.


Kisah kasih Galih dan Ratna,
dua sejoli memadu cinta.
Tak boleh lalai apalagi terlena,
pegang teguh ajaran Tuhan kita.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr


Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.